Minggu, 28 Mei 2017

singgih saputra

Tafsir tarbawi Tentang Menuntut Ilmu Manfaat
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Materi PAI 4 E  yang diampu oleh Bapak Maksum M,Pd.I




Disusun Oleh :
Singgih Saputra
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
UNIVERSITAS SAINS AL-QURAN (UNSIQ)
JAWA TENGAH DI WONOSOBO
2017




Pembahasa Menuntut Ilmu Manfaat
    Pengertian ilmu manfaat dan barokah Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang bisa membawa pemiliknya agar selalu taat pada Allah swt,mengamalkan ilmu untuk kepentingan bangsa masyarkat, keluarga, dan pribadi khususnya. Dari defenisi diatas maka segala ilmu yang tidak bisa mengajak pemiliknya untuk takut, tawadhu’ pada Allah swt, melainkan justru mengajak pemiliknya untuk durhaka pada Allah swt, maka ilmu tersebut disebut ilmu yang tidak bermanfaat. Pada dasarnya semua ilmu itu bermanfaat, baik bagi urusan dunia maupun akhirat. Faktor memanfaatkan dan mudhllaradlah yang kita harus mampu untuk memilah dan memilih. Demi kebahagiaan dunia, semua dicari dengan ilmu, demi kebahagiaan akhirat, juga dengan ilmu.
Dalam Al-Qur’an

هوالذى بعش فى الأمين رسولا منهم يتلواعليهم أيته,ويزكيهم ويعلمهم الكتب والحكمة وإن كانوامن قبل لفى ضلل مبين
Artinya adalah yang mengutusan kepada kaum buta hauruf seorang rosul diantara mereka,yang membaca ayat-ayat-Nya kepada mereka,menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (As-Sunnah). Dan,sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesehatan yang nyata. Surat al-jumu’ah ayat 2
قَا لَهُ مُوسَى هَل اَنَّبِعٌكَ عَلَى اَنَّ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلٌمتَ رُشَّدَا
Artinya 
Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar diantara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?“.(surat al-khaf ayat 66)
اليهم فسألو أهل الَذّكران كنتم لاتعلمون
Artinya “... maka bertanyalah  kepada orang yang mempunyai pengetahuan ,jika kamau tiadak mengetahui.”(surat  an- Nahl : ayat 43)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖوَإِذَاقِيلَ انْشُزُوافَانْشُزُوا يَرْفَعِ  الله الذِيْنَ امَنُوا مِنـْكُمْ وَالّذِيْنَ اُوتُو الْعِلْمَ دَرَجَـتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْـمَلُـوْنَ خَـبِيْـر 
Artinya :
"Wahai orang-orang yang beriman!Apabila dikatakan kepadamu,"Berilah kelapangan didalam majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan  memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan berdirilah  kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat". Q.S Al-Mujadalah ayat 11 
   Surat Thoha ayat 114:
وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Artinya :”Dan katakanlah (olehmu muhammad),”ya tuhanku, tambahkan kepadaku ilmu pengetahuan.”
     Surat Shod ayat 29:
كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا ءَايَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ
Artinya :”ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan keberkahan supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya, dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.”

Dalil Hadits :
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
Artinya : ”Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr)
أُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى الَّلحْدِ
Artinya : ”Carilah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat”. (Al Hadits)
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى
الْجَنَّةِ
Artinya : ”Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu. Niscaya Allah memudahkannya ke jalan menuju surga”. (HR. Turmudzi)

إنه سيأتي بعدي قوم يسألونكم الحديش عنى,فإزّا جا ؤكم فا لصّفوا بهم وحدشوهم
Artinya sesunngguhnya akan datang sesudahku suatau kaum yg menanyakan kepadamu tentang hadist dariku. Maka ,jika mereka datang kepadamu maka perlakukan dengan baik dan sampaikanlah hadits kepada mereka. Hadits ini diriwayatkan oleh abu sa’id al-Hudzri melihat seorang pemuda maka ia berkata “,selamat(menerima) wasiat baginda rosullullah SAW.... Beliau berwasiat kepada kami melapangkan  tempat duduk dan mengajarkan ilmu kepada kamu sekalian  karena kamu adalah para pengganti kami dan pengemban hadits setelah kami.

من تمسك بسنتي عند فساد امتي فله اجرما ئة شهيد
Artinya barang siapa berpegang teguh kepada sunnahku pada saat kerusakan melanda umatku, maka baginya pahala serataus syahid. Hadist ini sangat dho’if.ibnu adi meriwayatkan dalam kitab al-kamil fit-Tarikh dan dengan sanad dari al-Hasan bin Qutaibah,dari abdul kholiq bin al-Mundzir,dari ibnu abi najih,dari mujahid dari anas r.a.

عْنْ اَنَسٍ اِبْنُ مَالِكٍ قَلَ قَالَ رَسُوْل الله صلى الله عليه وسلـم  طَلَبُ الْعِلْم فَرْيْضَةً عَلى كُلّ مُسْلِمٍ ووضِعً العِلْمِ عِنْدَ غَيْرُأهْلِهِ كَمُقِلِّدِ الْخَنَا زِيْرِ لْجَوْهَرَولَلؤْلُؤَ وَالذَّهَبَ
Artinya  :
"Dari Anas bin Malik ia berkata, Rasulullah saw, bersabda: Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim, memberikan ilmu kepada orang yang bukan ahlinya seperti orang yang mengalungi babi dengan permata, mutiara, atau emas" HR.Ibnu Majah
وَعَنْ أَبِي مُوسَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قَيْسٍ الْأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : { إنَّ مَثَلَ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ مِنْ الْهُدَى ، وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَصَابَ أَرْضًا فَكَانَتْ مِنْهَا طَائِفَةٌ طَيِّبَةٌ قَبِلَتْ الْمَاءَ ، فَأَنْبَتَتْ الْكَلَأَ ، وَالْعُشْبَ الْكَثِيرَ ، وَكَانَ مِنْهَا أَجَادِبُ أَمْسَكَتْ الْمَاءَ ، فَنَفَعَ اللَّهُ بِهَا النَّاسَ فَشَرِبُوا مِنْهَا ، وَسَقَوْا ، وَزَرَعُوا ، وَأَصَابَ طَائِفَةً مِنْهَا أُخْرَى إنَّمَا هِيَ قِيعَانٌ لَا تُمْسِكُ الْمَاءَ ، وَلَا تُنْبِتُ كَلَأً ، فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِي دِينِ اللَّهِ ، وَنَفَعَهُ بِمَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ ، فَعَلِمَ ، وَعَلَّمَ ، وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا ، وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللَّهِ الَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ } رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ ، وَمُسْلِمٌ
Artinya 
Hadis riwayat Abu Musa ra.: Dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda: Perumpamaan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung dalam mengutusku untuk menyampaikan petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan yang membasahi bumi. Sebagian tanah bumi tersebut ada yang subur sehingga dapat menyerap air serta menumbuhkan rerumputan dan sebagian lagi berupa tanah-tanah tandus yang tidak dapat menyerap air lalu Allah memberikan manfaatnya kepada manusia sehingga mereka dapat meminum darinya, memberi minum dan menggembalakan ternaknya di tempat itu. Yang lain menimpa tanah datar yang gundul yang tidak dapat menyerap air dan menumbuhkan rumput. Itulah perumpamaan orang yang mendalami ilmu agama Allah dan memanfaatkannya sesuai ajaran yang Allah utus kepadaku di mana dia tahu dan mau mengajarkannya. Dan juga perumpamaan orang yang keras kepala yang tidak mau menerima petunjuk Allah yang karenanya aku diutus. (Shahih Muslim No.4232)

 Kesimpulan 
Ilmu bermanfaat adalah barokah untuk mencari ilmu dengan cara dalam belajar menahami suatu pikiran manusia dengan membaca melihat dan taqwa kepada allah SWT secara dengan ikhlas kepada darinya. Pada dasarnya semua ilmu itu bermanfaat, baik bagi urusan dunia maupun akhirat.
 Ilmu yang bermanfaat mengajak pemiliknya lari dari dunia. Yang paling besar adalah kedudukan, ketenaran, dan pujian. Menjauhi hal itu dan bersungguh-sungguh dalam menjauhkannya, maka hal itu adalah tanda ilmu yang bermanfaat.

    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar