TUGAS
Tugas disusun guna memenuhi tugas matakuliah Tafsir Tarbawi
Dosen pengampu: Abdullah Ma’sum. Alh, S, pd.I
Disusun oleh
NafisMusdalifah
PAI 4E
NIM 2015010064
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS SAINS AL-QURAN WONOSOBO
2017
TARSIR TARBAWI
Keutamaan Salat Jumat
Salat jumat adalah salat dua rakaat yang dilakukan dihari jumat secara berjamaah setelah khutbah jumat setelah masuk waktu dzuhur. Maka dari itu umat islam diwajibkan khususnya bagi laki-laki untuk menunaikan sholat jumat. Anjuran untuk salat jumat banyak terdapat di ayat ayat Al-Quran maupun Hadist
Dalam QS.Al-Jumu’ah: 9
Artinya; Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Maksudnya: apabila imam telah naik mimbar dan muazzin telah azan di hari Jum'at, maka kaum muslimin wajib bersegera memenuhi panggilan muazzin itu dan meninggalakan semua pekerjaannya. Bahkan banyak ayat serta hadis yang mendukung ayat tersebut seperti:
Adapun Hadits yang mendukung atau memperkuat QS.Al-Jumu’ah: 9 yaitu;
Sahabat Abu Hurairah r.a. telah menceritakan, bahwa Nabi saw. Pernah bersabda:
خَيْرُيَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ ااشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيْهِ أُدْ خِلَ الْجَنَّةُ وَفِيْهِ أُخْرِ جَ مِنْهاَ وَ لاَ تَقُوْمُ السَّا عَةُ إِلاَّفِيْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ.رواه الْخَمْسَةُ إِلاَّالْبُخَارِ يَّ.وزَادَاَبُوْدَاَوْدَ:وَفِيْهِ تِيْبَ عَلَيْهِ مَا تَ وَفِيْهِ تَقُوْمُ السَّا عَةُ وَماَ مِنْ دَابَّةٍ إِلاَّ وَهِيَ مُسِيْخَةٌ يَوْمَ الجمَعَةِ مِنْ حِيْنَ تُصْبِحُ حَتىَّ تَطْلُعَ الشَّمْسُ شَفَقاَ مِنَ السَّا عّةِ إِلاَّالْجِنَّ وَلإْنْسَ.
Artinya : “sebaik baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari jumat: pada hari jumat Nabi Adam diciptakan: pada hari jumat ia dimasukkan kedalam surga: dan pada hari jumat pula ia dikeluarkan dari surga. Hari kimat tidak akan terjadi kecuali pada hari jumat. (Riwayat Khamzah kecuali Imam Bukhari).Imam Abu Dawud menambahkan, “pada hari jumat taubatnya diterima, dan pada hari jumat ia meninggal dunia. Pada hari jumat kiamat akan terjadi: tiada suatu hewan yang melatapun melainkan pada hari jumat ia menunggu dan mendengarkn mulai dari waktu subuh hingga matahari terbit, karena khawatir hari kimat (terjadi) kecuali hanya jun dan manusia”.
Pejelasan dari al-quran dan hadits
Di surah pertama dijelaskan tentang keutamaan salat jumat, kewajibannya, siapakah yang diwajibkan salat jumat, halngan-halanganya, berpagi hari menuju salat jumat, mandi dan memakai wangi-wangian untuk menyambut salat jumat, tentang khotbah jumat, penjelasan mengenai cara salatnya, etika orang yang hadir sewaktu khatbah, penjelasan tentang saat dikabulkannya doa, keutamaan membaca salawat Nabi saw, pada siang hari dan malam jumat. Hari jumat merupakan hari yang ketujuh, dan merupakan hari raya semua hari.
Hikmah yang terkandung dalam salat jumat sama dengan yang terkandung dalam salat jamaah, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, hanya didalam salat jumat terdapat kelebihan yaitu dengan adanya khotbah yang dijadikan sebagai pelajaran dan nasehat bagi manusia, sehingga mereka kembali dari salat jumat dengan membawa petunjuk dari Rabb-Nya.
Min yaumil jum’ati, salat jumat pada hari jumat.
Fas’au, maka bersegeralah kalian.Hal ini merupakan perintah untuk bersegera untuk menuju ke salat jumat, dan bahwa salat jumat itu hukumanya fardhu.Demikianlah menurut kesepakatan kaum Muslimin semuanya.
Ilaa dzikrillaah,kepada mengingat Allah, makna yang dimaksud ialah menuju kepada khotbah dan salat yang di dalamnya terkandung dzikrillaah.
Di dalam riwayat lain disebutkan fiihisebagai ganti dari ‘alaihi. Artinya, suatu hari yang di dalamnya terbit matahari.
Adam, asal manusia.
Dan pada hari jumat ia dimasukkan ke dalam surga, hal ini menunjukan bahwa Nabi Adam diciptakan diluar surga.
Di dalam riwayat yang lain disebutkan, bahwa dihari jumat pula Nabi Adam diturunkan dari surga.
Terjadinya hari kiamat merupakan nikmat yang paling besar bagi kaum mukminin, karena mereka lebih dekat kepada Rabb mereka, yaitu untuk kenikmatan yang abadi untuk selama-lamanya.
Tibia ‘alaihi, dengan memakai ungkapan bentukm pasif, artinya tabat yang dilakukan oleh Nabi Adam bertetapan jatuhnya pada hari jumat dan tobatnya diterima pada hari itu juga oleh Allah swt. Sehubungan dengan hal ini Allah berfinman:
Surah 1
Dalam QS.Thaha: 122
Artinya; Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.
Maksudnya: Allah memilih Nabi Adam a.s. untuk menjadi orang yang dekat kepada-Nya
Keterangan; pada hari jumat Nabi Adam a.s. wafat. Wafat merupakan penghiasan orang-orang mukmin.Demikianlah menurut hadis yang diriwayatkan oleh Imam Hakim dan lainya.
Musiikhatun, menurut riwayat yang lain dengan memakai shad sehingga bacaan menjadi Musiikhatun, artinya mendengar dan mnunggu kedatangan hari kiamat.
Terkecuali jika manusia, kedua jenis mahluk ini tidak diberi ilham mengenai kemungkinan tibanya hari kiamat, hal ini merupakan ujian dan sekaligus sebagi rahmat buat mereka.
Hadis penguat dalam QS.Thaha: 122
Sahabat Abu Hurairah r.a. telah menceritakan, bahwa Nabi SAW. Pernah bersabda :
نَحْنُ الأْخِرُوْنَ السَّا بِقُوْنَ يَوْمَ الْقِياَ مَةِ بَيْدَ أَنَّهُمْ أُتُوْالْكِتَا بَ مِنْ قَبْلِنَا وَاُوْتِيْنَا هُ مِنْ بَعْدِ هِمْ ثُمَّ هَذَايَوْمُهُمُ الَّذِيْ فَرَضَ الله عَلَيْهِمْ فَا خْتَلَفُوْافِيْهِ فَهَدَانَااالله لَهُ فَا لنَّا سُ لَنَا فِيْهِ تَبَعٌ,الْيَهُوْدُغَدًاوَالنَّصَارَىبَعْدَغَدٍ.رواهُالشَّيْخَانِ وَالنَّسَاءيُّ.وَلِمُسْلِمٍ:نَحْنُ الأْخِرُوْنَالأوَّلُوْنَ يَوْ مَ الْقِيَا مَةِ وَنَحْنُ أَوْلُ مَنْ يَدْ خُلُ الْجَنَّةَ
Artinya: “kami adalah yang paling akhir tetapi paling dahulu kelak dihari kiamat, hanya mereka diberi al Kitab sebelum kami dan kami diberi al Kitab sesudah mereka. Kemudia hari ini adalah hari mereka yang diwajibkan oleh Allah atas mereka, hanya mereka berselisih pendapat mengenainya. Tapi Allah telah memberi petunjuk kepada kami mengenainya, maka manusia menjadi pengikut bagi kami karenanya: orang orang Yahudi besok sedangkan orang orang Nasrani lusa, (Riwayat Syaikhin dan Nasa’I ) menurut riwayat imam muslim disebutkan, “kami adalah yang palinh akhir tetapi paling pertama kelak dihari kiamat, dan kami adalah orang-orang yang mula mula masuk syurga.”
Keterangan
Kami adalah yang paling ahir munjulnya di dunia ini dari kalangan semua umat.Tetapi kami adalah yang paling dahulu dinisab dan paling dahulu memasuki surga kelak dihari kiamat.
Baida annahum, hanya mereka, yakni umat-umat yang terdahulu itu.Kemudian hari ini, yang dimaksud adalah hari jumat.
Pada hri jumalah pertama kali Allah mewajibkan atas mereka agar mereka beribadah kepada-Nya.
Hanya mereka berselih pendapat dan ragu-ragu untuk menerimanya. Menurut suatu riwayat disebutkan, bahwa mereka menerima dari Nabi Musa a.s. agar hari jumat diganti dengan hari sabtu, kemudian perintah mereka diperkenankan.
Taba’un, bentuk jamak dari lafadz taabi’un, memiliki wazan yang sama dengan lafadz khadamunbentuk tunggalnya khaadimun, artinya menjadi pengikut.
Al-yahuudu, yang dimaksud adalah hari raya mereka; demikian itu karena isim zaman tidak menjadi khabar bagi izim dzat.
Besok, yang dimaksud adalah hari sabtu sedangkan untuk orang-orang Nasrani adalah hari Ahad.Hari raya (libur) mereka berdua mengikuti kepada hari raya kami, yaitu hari jumat.
Dapat disimpulkan pembahasan yang lalu, bahwa hari jumat itu memiliki keutamaan yang besar, karna dihari itu banyak peristiwa yang terjadi. Menghormati hari jumat telah diwajibkan atas umat terdahulu, akan tetapi mereka tidak mensetujuinya, maka Allah swt. Memilihnya untuk umat Muhammad.
Apabila hari jumat merupakan hari utama, maka salatnya pun merupakan salat yang utama, mengerjarkan ibadah pada hari jumat lenih uatama dari pada beribadah pada hari lainnya. Dalam ayat selanjutnya akan dijelaskan keistimwaan hari jumat.
Sahabt Abu Hurairah r.a .telah menceritakan hadist berikut :
سَمِعْتُ رَسُوْ لَ الله صلي الله عليه وسلم يَقُوْلُ عَليَ اَعْوَادِمِنْبَرِهِ لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْ عِهِمُ الْجُمُعَا تِ أَوْلَيَخْتِمَنَّ الله عَلىَ قُلُوْ بِهِمْ ثُمَّ لَيَكثوْ نُنَّ مِنَ الغَا فِلِيْنَ.رواهمسلم والنّسا ءي واحمد
Artinya: “aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda diatas mimbar kayunya “hendaknya kaum kaum benar-benar menghentikan kebiasaan mereka meninggalkan salat salat jumat, atau Allah akan benar benar mengunci mata hati mereka, kemudia mereka benar benar termasuk orang orang yang lalai “(Riwayat Muslim, Nasa’I dan Ahmad )
Keterangan
Wad’ihimul jumu’aati, dari kebiasaan mereka meninggalkan salat0salat jumat.Lafadz jumuu’ati, bentuk jamak dari lafadz jumu’ah.
Surah 2
Dalam QS. Al-Baqarah: 7
Artinya; Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran merek, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.
Maksudnya: Allah sangatlah tidak suka dengan hambanya yang tidak melaksanakan salat jumat.
Hadist penguat Q.S Al-Baqarah:7
Abdul Ja’d adh-Dhamriy r.a. telah menceritakan, bahwa Nabi saw pernah bersabda:
مَنْ تَرَكَ ثَلاَ ثُ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ الَله عَلَى قَلْبِهِ . رواه اصحاب السنن والحكم
Artinya: Barang siapa yang meninggalkan tiga salat jumat karena meremehkannya, niscaya Allah akan mengunci mati hatinya. (Riwayat Ash-Habus Sunan dan Hakim)
Keterangan
Adh-Dhamri, dinidbatkan kepada Dhamrah Ibnu Bakar Abdu Manaf.Abdul Ja’diy ini adalah seorang sahabat yang mempunyai empat buat hadis.
Juma’un, bentuk jamak dari lafadz jumu’atun.
Thaba’allaahu ‘alaa qalbihi, Allah mengunci mata hatinya, sehingga tidak dapat menerima kebaikan, bahkan hanya kekufuranlah yang dapat diterimanya, Allah swt. Telah berfirman:
Surah 3
Qs. An-Nisa: 155
Artinya: Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: "Hati kami tertutup." Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka.
Maksudnya: Bahwa Allah sangatlah tidak suka orang Islam meninggalkan salat jumat. Sungguh Allah telah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka.
Hadist penguat An-Nisa:155 :
Sahabat Ibnu Abbas r.a. telah menceritakan, bahwa Nabi saw pernah bersabda:
مَنْ تَرك الْجُمُعَةَ مِنْ غَيْرِ ضَرُوْ رَةٍ كُتِبَ مُنَا فِقًا فِي كِتَا بٍ لاَيُمْحَى وَلاَيُبَدَّلُ . رواه الشا فعي. وَلأبِي دَاوُدَا وَالنَّسَائ: مَنْ تَرَكَ الْجُمُعَةَ بِغَيْرِ عُذْرٍ فَلْيَتَصَدَّ قْ بِدِ يْنَارٍفَإنْ لَمْ يَجِدْ فَبِنِصْفِ دِيْنَا رٍ
Aertinya; barang siapa yang meningga;lkan salat jumat tanpa audzur (halangan), niscaya ia dicacat sebagi orang munafik dalam sebuah kitab yang tidak dapat dihapus dan tidak dapat diganti. (Riwayat Imam Safi’i).menurut hadist yang diketengahkan oleh imam abu dawud dan imam nasa’I, disebutkan: “barang siapa yang meninggalkan salat jumat tanpa uzur, maka hendaklah dia bersedekelah sebanyak satu dinar, apabila ia tidak menemukan satu dinar maka dengan setengah dinar.”
Keterangan
Min ghari dharuuratin, tanpa suatu halangan diantara halangan-halangan yang memperbolehkannya, maka ia menjadi orang-orang munafik untuk selama-lamanya. Meninggalakan salat jumat mengakinatkan kekafiran pada pelakunya, dengan demikian maka salat jumat sangat diwajibkan.
Surah 4
Qs. Huud: 114
Artinya: Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.
Maksudnya: Perintah untuk mendirikan salat disiang maupun dimalam hari, karna perbuatan baik akan menghapuskan perbuatan dosa.
Hadist penguat QS Hud:114 :
Siti Hafshah r.a. telah menceritakan , bahwa Nabi saw pernah bersabda :
عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ رَوَاحُ الْجُمُعَةِ وَعَلَى كُلِّ مَنْ رَاحَ الْجُمُعَةَ الْغُسْلُ. رواه ابو داودوالنسا ئي
Artinya: “diwajibkan atas setiap orang yang baligh berangkat ke sholat jumat, dan diharuskan bagi orang yang berakal ke shalat jumat mandi. (Riwayat Abu Dawud dan Nasa’i).
Keterangan
orang-orang yang diwajibkan salat jumat adalah seorang laki-laki yang balig, merdeka sehat dan mukmin.
Muhtalimin orang yang sudah berusia balig
Rawahul jumu’ah berangkat menuju salat jumah
KESIMPULAN
Hari Jum’at merupakan hari yang paling utama (afdhal) dari semua hari dalam sepekan. Dia adalah hari yang penuh barakah. Allah Ta’ala mengkhususkan hari Jum’at ini hanya bagi kaum Muslimin dari seluruh kaum dari ummat-ummat terdahulu. Dan di antara beberapa keutamaan dan barakah hari yang agung ini adalah sebagai berikut:
Pertama, terdapat berbagai hadits yang menjelaskan keutamaan dan kemuliaan hari Jum’at. Di antaranya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ
“Sebaik-baik hari dimana matahari terbit di saat itu adalah hari Jum’at. Pada hari ini Adam diciptakan, hari ketika ia dimasukan ke dalam Surga dan hari ketika ia dikeluarkan dari Surga. Dan hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at.
Hadits berikutnya, dari Abu Hurairah dan Hudzaifah
أَضَلَّ اللهُ عَنِ الْجُمُعَةِ مَنْ كَانَ قَبْلَنَا فَكَانَ لِلْيَهُوْدِ يَوْمُ السَّبْتِ وَكَانَ لِلنَّصَارَى يَوْمُ الأَحَدِ فَجَاءَ اللهُ بِنَا فَهَدَانَا اللهُ لِيَوْمِ الْجُمُعَةِ
Allah menyimpangkan kaum sebelum kita dari hari Jum’at. Maka untuk kaum Yahudi adalah hari Sabtu, sedangkan untuk orang-orang Nasrani adalah hari Ahad, lalu Allah membawa kita dan menunjukan kita kepada hari Jum’at.
Dan hadits-hadits lain yang menunjukkan besarnya keutamaan hari Jum’at dan keistimewaannya di banding hari-hari lainnya.
Kata jumat berasal dari kata jama’asy syay-a artinya mengumpulkan sesuatu yang terpisah menjadi satu. Dan kata jam-u’ bisa bermakna jamaah, yakni kumpulan manusia. Dan Muzdalifah disebut jam-u’ karena manusia (orang-orang yang berhaji) berkumpul di tempat tersebut. Jumat pula hari dikumpulkannya manusia pada hari kiamat disebut yawmul jam’i. Semua yang berasal dari kata ini, menunjukkan makna (mengumpulkan) atau (berkumpul). Artinya hari Jumat merupakan hari manusia (kaum muslimin) berkumpul untuk menunaikan shalat Jum’at. Jum’at adalah nama salah satu hari dari tujuh hari dalam satu pekan yang berada antara hari Kamis dan hari Sabtu. Hari Jum’at ini adalah hari yang agung dan termulia diantara hari-hari lain. Pada hari itu terdapat keistimewaan dan keutamaan serta keterkaitan dengan sebagian hukum-hukum dan adab-adab syariat ;
Pertama, Hari Jum’at adalah hari yang paling utama (sayyidul ayyam). Kedua, Nabi Adam as diciptakan Allah pada hari Jum’at dan pada hari ini pula ia diwafatkan. Juga pada hari Jumat Nabi Adam dimasukan ke dalam Surga dan dikeluarkan dari Surga. Ketiga, Hari kiamat akan terjadi pada hari Jum’at. Nabi SAW bersabda, “Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jum’at; pada hari ini Nabi Adam as diciptakan, pada hari ini (Adam as) dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari ini pula ia dikeluarkan dari surga. Dan tidaklah kiamat akan terjadi kecuali pada hari ini. (HR Muslim, no. 854). Keempat, Hari Jum’at merupakan keistimewaan dan hidayah yang Allah berikan kepada umat Islam yang tidak diberikan kepada umat-umat lain sebelumnya. Sebagaimana sabda Nabi SAW, “Kita adalah umat yang datang terakhir tapi paling awal datang pada hari kiamat, dan kita yang pertama kali masuk surga, cuma mereka diberi Kitab sebelum kita sedangkan kita diberi Kitab setelah mereka. Kemudian mereka berselisih, lalu Allah memberi kita hidayah terhadap apa yang mereka perselisihkan. Inilah hari yang mereka perselisihkan, dan Allah berikan hidayah berupa hari ini kepada kita (Nabi SAW menyebut hari Jum’at). Maka hari (Jum’at) ini untuk kita (umat Islam), besok (Sabtu) untuk umat Yahudi dan lusa (Ahad) untuk umat Nasrani”.(HR Muslim, no. 855). Kelima, pada hari Jum’at ini terdapat saat-saat terkabulnya doa, terutama pada akhir-akhir siangnya setelah Ashar. Sabda Rasul SAW, “Sesungguhnya pada hari Jum’at ada saat-saat, yaitu seorang muslim tidaklah ia berdiri shalat dan meminta kebaikan kepada Allah, melainkan Allah akan memberinya.” Lalu beliau berkata,”Dan saat-saat tersebut adalah saat yang singkat.” (HR Muslim, no. 852)
Karena itu keutamaan dan keistimewaan hari Jumat harus dimanfaatkan agar memberikan dampak positif terhadap diri kita. Allah SWT telah menurunkan syariat khusus pada hari Jumat, yaitu shalat Jumat. Menunaikan shalat Jumat hukumnya wajib bagi laki-laki mukallaf. Firman Allah yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (Al Jumu’ah: 9). Kewajiban ini bersifat fardhu ‘ain atas setiap muslim secara berjamaah, kecuali lima golongan yaitu: hamba sahaya, wanita, anak kecil (yang belum baligh), orang sakit dan musafir. (HR. Daruquthni). Tidaklah syariat memerintahkan suatu perkara, melainkan diiringi dengan janji berupa balasan kebaikan, keutamaan dan pahala sebagai pendorong bagi orang-orang yang mau menunaikan perintah tersebut. Diantaranya, Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa mandi kemudian mendatangi shalat Jum’at, lalu ia shalat-sunnat (sebelum imam datang) sekuat kemampuannya, kemudian diam (mendengarkan imam berkhuthbah) sampai selesai dari khuthbahnya, lalu shalat bersamanya, maka akan diampuni dosanya antara Jum’at tersebut dengan Jum’at sebelumnya ditambah tiga hari”. (HR Muslim, no. 857)
Disamping keutamaan menunaikan shalat Jum’at, menjelaskan ancaman terhadap orang-orang yang meninggalkan shalat Jum’at karena meremehkannya. Dalam hal ini terdapat beberapa hadits dari Nabi SAW, “Sungguh hendaknya orang-orang itu berhenti dari meninggalkan shalat Jum’at atau (kalau tidak maka) Allah akan mengunci hati-hati mereka kemudian mereka akan menjadi orang-orang yang lalai.” (HR Muslim, no. 856). Juga sabdanya, “Barangsiapa meninggalkan tiga kali shalat Jum’at tanpa udzur, maka dia tercatat sebagai golongan orang-orang munafik.”
Adapun adab dan keutamaan Jumat ; 1) mandi pada hari Jumat, 2) memakai wewangian dan pakaian terbagus yang dimiliki, 3) menyegerakan datang ke masjid sebelum tiba waktu shalat. Sabda Nabi SAW, “Bila datang hari Jum’at, maka para malaikat (berdiri) di setiap pintu masjid mencatat yang datang pertama dan berikutnya. Kemudian bila imam duduk (di atas mimbar) mereka menutup lembaran-lembaran catatan tersebut, dan hadir mendengarkan peringatan (khuthbah).” (HR. Bukhari Muslim), 4) berjalan menuju masjid dengan tenang dan perlahan (tidak terburu-buru), 5) menunaikan shalat tahiyyatul masjid ketika masuk masjid sebelum duduk, meskipun imam sedang berkhuthbah, 6) mendekati imam untuk mendengarkan khutbahnya. Sabda Nabi SAW, “Hadirilah khutbah dan men dekatlah kepada imam (khatib), karena seseorang yang terus menjauh (dari imam), sehingga dia akan diakhirkan (masuk) ke dalam surga meskipun ia (akan) memasukinya.”, 7) memperbanyak shalawat dan salam atas Nabi SAW, “Maka perbanyaklah shalawat atasku pada hari ini (Jumat), karena shalawat kalian akan disampaikan kepadaku. Para sahabat bertanya,”Wahai, Rasulullah. Bagaimana shalawat kami akan disampaikan kepadamu, padahal engkau telah menjadi tanah?” Rasulullah menjawab,”Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi (memakan) jasad para nabi.”, 8) membaca Surat Al Kahfi. Sabda Nabi SAW, “Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, maka ia akan disinari oleh cahaya diantara dua Jum’at”, 9) memperbanyak do’a dengan mengharap saat-saat terkabulnya do’a, terutama pada akhir siang hari Jum’at setelah Ashar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar