Sabtu, 20 Mei 2017

JIN DAN SYAITAN


JIN & SYAITAN
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah studi tafsir tarbawi yang di ampu oleh: Bpk. Abdullah Ma’sum Alh.S.Pd.I




Disusun oleh:
Fajar Witri Lestari (2015010094)


PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN (UNSIQ)
JAWA TENGAH
DI WONOSOBO
2017


BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Salah satu jenis makhluk berakal yang mendapatkan perhatian besar dalam Al-Qur’an adalah jin dan setan. Jin disebut dalam konteks menjelaskan eksistensinya sebagai makhluk yang berbeda  dari manusia namun keduanya sama-sama diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT, di samping menginformasikan hubungan jin dengan manusia dan campur tangannya dalam kehidupan manusia. Sedangkan setan selalu disebut-sebut dalam konteks posisinya sebagai musuh besar manusia yang harus diwaspadai tipu daya dan bujuk rayunya dalam usaha menyesatkan manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Jin dan Setan
Dari segi asal penciptaan, sebenarnya setan termasuk bangsa jin, hanya saja kejahatannya yang bersifat total dan permanen menyebabkannya keluarkan dari komunitas jin pada umumnya. Dengan demikian, bangsa jin dapat dibedakan menjadi 2 golongan. Pertama, golongan jin pada umumnya yang keadaanya tidak jauh berbeda dengan manusia, ada yang baik dan ada yang jahat, ada yang mukmin dan ada yang kafir, ada yang bertauhid dan ada yang musyrik. Kedua, golongan setan yang semuanya jahat. Oleh karena kakek moyang mereka, iblis telah melakukan pembangkangan sehingga terlempar dari rahmat ilahiah dan terputus dari kebajikan secara total, maka secara hereditas mereka mewarisi karakter iblis. Tiada kebaikan sedikitpun pada diri mereka, yang mereka kenal hanyalah keburukan dan yang mereka propagandakan hanyalah kebatilan.QS.Fathir ayat 6:
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ
“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala”

B.     Ayat yang berhubungan dengan surah Al-Fathir ayat 6
Telah menjadi takdir ilahi, iblis dikutuk menjadi makhluk hina yang sesat lagi menyesatkan. Sumpahnya untuk memperdaya manusia dengan kenikmatan duniawi yang mneyesatkannya dari jalan kebenaran telah ditulis dan diabadikan sebagai bagian dari ujian bagi umat manusia, guna membedakan yang beriman dengan yang kafir. Dengan demikian, iblis san setan tidak akan menempuh jalan kompromi, cara damai maupun gencatan senjata, karena mereka telah memposisikan diri sebagai musuh bebuyutan nan abadi bagi umat manusia. Begitu besar rasa permusuhan setan terhadap manusia. QS.Al-isra’ ayat 53:
وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا
“Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.”
Sungguh, sumpah iblis dihadapan Allah swt untuk menyesatkan manusia adalah perkara besar  dan musibah berat yang akan menimpa bani Adam. Bahkan iblis menyatakan bahwa yang akan benar-benar selamat dari tipu dayanya hanyalah hamba-hamba Allah yang termasuk dalam golongan orang-orang yang selalu berusaha mengikhlaskan peribadatan dan amal salehnya karena Allah semata sehingga mereka dikaruniai-Nya keikhlasan hakiki dalam hati mereka. Allah menuturkan sumpah iblis tersebut dengan firman-Nya. QS.Al-Hijr ayat 39-40:
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
“ Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya”
إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
“ kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka"
Namun, Allah swt yang maha pengasih dan maha penyayang senantiasa memberikan kesempatan kepada orang-orang yang tersesat untuk kembali ke jalan yang lurus selama sakaratul maut belum menghampiri. Pada satu saat Allah memperingatkan mereka akan kerugian dan akibat-akibat buruk jika tetap mengikuti jalan setan, namun pada saat lain Dia memotivasi mereka untuk segera keluar dari lingkaran setan sembari memberikan solusinya, sebagaimana dicontohkan Allah dalam firman-Nya. QS. AL-An’am ayat 68:
وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَىٰ مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
“Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini) maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (aka larangan itu).”
Hadis yang berhubungan dengan surah Al-Fatir ayat 6
Diriwayatkan dalam shahih muslim

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَ عَبْدٌ أَخْبَرَنَا وَقَالَ ابْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِىِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ نُورٍ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ ».

“ Aisyah berkata, bersabda rasulullah SAW: para malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan adam diciptakan dari apa yang disifatkan pada kalian.”

Gangguan syaitan dalam sholat:

عَنِ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال إِنَّ أَحَدُ كُمْ إِذَا قَانَ يُصَلِّى جَاءَهُ الشَّيْطَنُ فَلَبَسَ عَلَيْهِ حَتَّى لا يَدْرِى كُم صَلَّى فَاِذَا وَجَدَ ذلِكَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ

 Dari Abu Hurairah r.a. katanya : Bersabda Rasululllah s.a.w. :
Apabila salah seorang di antara kamu berdiri hendah sembahyang, sesungguhnya syaitan itu mendatanginya , lalu membimbangkannya, sehingga orang itu tak tahu berapa rakaat yang telah dikerjakan. Apabila di antara kemu mengalami yang demikian itu, hendahlah
ia sujud sahwi dua kali duduk." Hadis sahih riwayat Muslim.

Syaitan kencing ditelinga manusia:
عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ ذِكْرَ عِنْدَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ نَامَ لَيْلَةَ حَتَّى أَصْبَحَ قَالَ ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيْطَنُ فِى أَذُنَيْهِ
Dari Abdullah r.a. katanya : "Diberitahu kepada Rasulullah s.a.w. seorang lelaki yang tidur sepanjang malam sampai pagi; sabdanya " orang itu telah dikencing syaitan pada telinganya" Hadis sahih riwayat Muslim
Syaitan menangis karena enggan sujud:
 عَنْ أَبِى هُرَيْرَة َ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِذَ قَرَأَ ابْنُ أَدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِى يَقُولُ يَاوَيْلَهُ وَفِى رِوَايَةِ أَبِى كُرَيْبٍ يَاوَيْلِى أُمِرَ ابْنُ اَدَمَ بِاسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ وَأُمِرتُ بِالسُّجُردِ فَأَبَيْتُ فَلِى اَلنَّارُ
Dari Abu Hurairah r.a. katanya : Bersabda Rasulullah s.a.w. : "Apabila orang membaca ayat yang menyebutkan kalimat sujud lalu ia sujud larilah syaitan sambil menangis dan berkata : "Celakalah aku" Manusia diperintahkan sujud lalu sujud maka syurgalah baginya dan aku diperintahkan bersujud tetapi aku tolak maka nerakalah bagiku." Hadis sahih riwayat Muslim
Syaitan tidur dalam lubang hidung manusia:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَة َ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِذَا اسْتَيْقَظَ اَحَدُ كُنْ مِنْ مَنَا مِهِ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلاثَ مَرَّاتٍ فَاِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيْتُ عَلىَ خَيَا شِيْمِهِ
Dari Abu Hurairah r.a. katanya : "Bersabda Rasulullah s.a.w. : "Apabila diantara kamu bangun dari tidur hendaklah ia memasukkan air kehidung tiga kali kerana syaitan tidur dalam lubang hidungnya." Hadis sahih riwayat Muslim




















BAB III
PENUTUP

Kesimpulan:

Jin adalah mahluk yang diciptakan dari api yang memiliki sifat dasar panas, membara dan membakar, sebagaimana manusia, mereka juga tidak diciptakan kecuali untuk beribadah kepada Allah swt. Secara umum jin terbagi menjadi 2 golongan:
1.      Bangsa jin pada umumnya yang sebagian muslim dan sebagian kafir (non muslim), ada yang baik dan ada yang ada pula yang jahat.
2.      Jenis khusus dari jin yang masuk dalam komunitas setan anak turun iblis. Jin jenis ini telah terstempel kafir dan sesat selamanya serta ditakdirkan sebagai calon tetap penghuni neraka.

Al-Qur’an memperingatkan bahwa setan adalah musuh yang nyata bagi umat manusia (pendekatan konfrontatif). Oleh karena itu, manusia diminita untuk selalu waspada dan berhati-hati supaya tidak terkena bujuk rayu dan tipu daya setan (pendekatan antisipatif). Namun jika terlanjur terkena tipu daya setan manusia diingatkan untuk segera sadar, bertaubat kepada Allah swt, kembali ke jalan yang benar, dan memperbaiki diri (pendekatan solutif).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar