JIN & SYAITAN
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah studi tafsir tarbawi yang
di ampu oleh: Bpk. Abdullah Ma’sum Alh.S.Pd.I
Disusun oleh:
Fajar Witri Lestari (2015010094)
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN (UNSIQ)
JAWA TENGAH
DI WONOSOBO
2017
BAB I
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Salah satu jenis makhluk berakal yang mendapatkan perhatian besar
dalam Al-Qur’an adalah jin dan setan. Jin disebut dalam konteks menjelaskan
eksistensinya sebagai makhluk yang berbeda
dari manusia namun keduanya sama-sama diciptakan untuk beribadah kepada
Allah SWT, di samping menginformasikan hubungan jin dengan manusia dan campur
tangannya dalam kehidupan manusia. Sedangkan setan selalu disebut-sebut dalam
konteks posisinya sebagai musuh besar manusia yang harus diwaspadai tipu daya
dan bujuk rayunya dalam usaha menyesatkan manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Jin dan Setan
Dari
segi asal penciptaan, sebenarnya setan termasuk bangsa jin, hanya saja
kejahatannya yang bersifat total dan permanen menyebabkannya keluarkan dari
komunitas jin pada umumnya. Dengan demikian, bangsa jin dapat dibedakan menjadi
2 golongan. Pertama, golongan jin pada umumnya yang keadaanya tidak jauh
berbeda dengan manusia, ada yang baik dan ada yang jahat, ada yang mukmin dan
ada yang kafir, ada yang bertauhid dan ada yang musyrik. Kedua, golongan setan
yang semuanya jahat. Oleh karena kakek moyang mereka, iblis telah melakukan
pembangkangan sehingga terlempar dari rahmat ilahiah dan terputus dari
kebajikan secara total, maka secara hereditas mereka mewarisi karakter iblis.
Tiada kebaikan sedikitpun pada diri mereka, yang mereka kenal hanyalah keburukan
dan yang mereka propagandakan hanyalah kebatilan.QS.Fathir ayat 6:
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ
فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ
السَّعِيرِ
“Sesungguhnya
syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena
sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka
menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala”
B.
Ayat yang berhubungan dengan surah Al-Fathir ayat 6
Telah
menjadi takdir ilahi, iblis dikutuk menjadi makhluk hina yang sesat lagi
menyesatkan. Sumpahnya untuk memperdaya manusia dengan kenikmatan duniawi yang
mneyesatkannya dari jalan kebenaran telah ditulis dan diabadikan sebagai bagian
dari ujian bagi umat manusia, guna membedakan yang beriman dengan yang kafir.
Dengan demikian, iblis san setan tidak akan menempuh jalan kompromi, cara damai
maupun gencatan senjata, karena mereka telah memposisikan diri sebagai musuh
bebuyutan nan abadi bagi umat manusia. Begitu besar rasa permusuhan setan
terhadap manusia. QS.Al-isra’ ayat 53:
وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي
هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ
كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا
“Dan
katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan
yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di
antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.”
Sungguh, sumpah iblis dihadapan Allah swt untuk menyesatkan manusia
adalah perkara besar dan musibah berat
yang akan menimpa bani Adam. Bahkan iblis menyatakan bahwa yang akan
benar-benar selamat dari tipu dayanya hanyalah hamba-hamba Allah yang termasuk
dalam golongan orang-orang yang selalu berusaha mengikhlaskan peribadatan dan
amal salehnya karena Allah semata sehingga mereka dikaruniai-Nya keikhlasan
hakiki dalam hati mereka. Allah menuturkan sumpah iblis tersebut dengan
firman-Nya. QS.Al-Hijr ayat 39-40:
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي
لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
“ Iblis berkata:
"Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku
akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan
pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya”
إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ
الْمُخْلَصِينَ
“ kecuali
hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka"
Namun,
Allah swt yang maha pengasih dan maha penyayang senantiasa memberikan
kesempatan kepada orang-orang yang tersesat untuk kembali ke jalan yang lurus
selama sakaratul maut belum menghampiri. Pada satu saat Allah memperingatkan
mereka akan kerugian dan akibat-akibat buruk jika tetap mengikuti jalan setan,
namun pada saat lain Dia memotivasi mereka untuk segera keluar dari lingkaran
setan sembari memberikan solusinya, sebagaimana dicontohkan Allah dalam
firman-Nya. QS. AL-An’am ayat 68:
وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ
يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ
غَيْرِهِ ۚ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ
الذِّكْرَىٰ مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
“Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat
kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang
lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini) maka janganlah
kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (aka larangan
itu).”
Hadis
yang berhubungan dengan surah Al-Fatir ayat 6
Diriwayatkan
dalam shahih muslim
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَ عَبْدٌ أَخْبَرَنَا وَقَالَ ابْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِىِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ نُورٍ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ ».
“ Aisyah berkata, bersabda rasulullah SAW: para malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan adam diciptakan dari apa yang disifatkan pada kalian.”
Gangguan syaitan
dalam sholat:
عَنِ
أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال إِنَّ
أَحَدُ كُمْ إِذَا قَانَ يُصَلِّى جَاءَهُ الشَّيْطَنُ فَلَبَسَ عَلَيْهِ حَتَّى
لا يَدْرِى كُم صَلَّى فَاِذَا وَجَدَ ذلِكَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ
Dari Abu Hurairah r.a. katanya : Bersabda Rasululllah s.a.w. :
Apabila salah seorang di antara kamu berdiri hendah sembahyang, sesungguhnya syaitan itu mendatanginya , lalu membimbangkannya, sehingga orang itu tak tahu berapa rakaat yang telah dikerjakan. Apabila di antara kemu mengalami yang demikian itu, hendahlah
ia sujud sahwi dua kali duduk." Hadis sahih riwayat Muslim.
Syaitan kencing ditelinga manusia:
عَنْ
عَبْدِ اللهِ قَالَ ذِكْرَ عِنْدَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ نَامَ لَيْلَةَ
حَتَّى أَصْبَحَ قَالَ ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ
الشَّيْطَنُ فِى أَذُنَيْهِ
Dari Abdullah
r.a. katanya : "Diberitahu kepada Rasulullah
s.a.w. seorang lelaki yang tidur sepanjang malam sampai pagi; sabdanya " orang itu telah dikencing
syaitan pada telinganya" Hadis sahih
riwayat Muslim
Syaitan menangis
karena enggan sujud:
عَنْ
أَبِى هُرَيْرَة َ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِذَ قَرَأَ ابْنُ أَدَمَ
السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِى يَقُولُ يَاوَيْلَهُ وَفِى رِوَايَةِ أَبِى كُرَيْبٍ
يَاوَيْلِى أُمِرَ ابْنُ اَدَمَ بِاسُّجُودِ
فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ وَأُمِرتُ
بِالسُّجُردِ فَأَبَيْتُ فَلِى اَلنَّارُ
Dari Abu Hurairah r.a. katanya : Bersabda Rasulullah s.a.w. : "Apabila orang membaca ayat yang menyebutkan
kalimat sujud lalu ia sujud larilah syaitan
sambil menangis dan berkata : "Celakalah aku" Manusia diperintahkan sujud lalu sujud maka syurgalah
baginya dan aku diperintahkan bersujud
tetapi aku tolak maka nerakalah
bagiku." Hadis sahih riwayat Muslim
Syaitan tidur dalam lubang hidung
manusia:
عَنْ
أَبِى هُرَيْرَة َ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِذَا اسْتَيْقَظَ اَحَدُ
كُنْ مِنْ مَنَا مِهِ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلاثَ مَرَّاتٍ فَاِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيْتُ عَلىَ خَيَا شِيْمِهِ
Dari Abu Hurairah r.a. katanya : "Bersabda Rasulullah s.a.w. :
"Apabila diantara kamu bangun dari tidur hendaklah ia memasukkan air kehidung tiga kali kerana
syaitan tidur dalam lubang hidungnya." Hadis sahih riwayat Muslim
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan:
Jin adalah
mahluk yang diciptakan dari api yang memiliki sifat dasar panas, membara dan
membakar, sebagaimana manusia, mereka juga tidak diciptakan kecuali untuk
beribadah kepada Allah swt. Secara umum jin terbagi menjadi 2 golongan:
1.
Bangsa
jin pada umumnya yang sebagian muslim dan sebagian kafir (non muslim), ada yang
baik dan ada yang ada pula yang jahat.
2.
Jenis
khusus dari jin yang masuk dalam komunitas setan anak turun iblis. Jin jenis
ini telah terstempel kafir dan sesat selamanya serta ditakdirkan sebagai calon
tetap penghuni neraka.
Al-Qur’an
memperingatkan bahwa setan adalah musuh yang nyata bagi umat manusia
(pendekatan konfrontatif). Oleh karena itu, manusia diminita untuk selalu
waspada dan berhati-hati supaya tidak terkena bujuk rayu dan tipu daya setan
(pendekatan antisipatif). Namun jika terlanjur terkena tipu daya setan manusia
diingatkan untuk segera sadar, bertaubat kepada Allah swt, kembali ke jalan
yang benar, dan memperbaiki diri (pendekatan solutif).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar