Minggu, 07 Mei 2017

akhlaqul karimah



AKHLAQUL KARIMAH
MAKALAH
Di susun guna memenuhi tugas ulangan tengah semester
Dosen pengampu: Bpk Abdullah Ma’sum Alh. S.pd.I





 
 


Di susun oleh:
Muhammad Reza Firman
2015010090


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS SAINS AL QUR’AN JAWA TENGAH DI WONOSOBO
TAHUN AJAR 2016/2017











BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Tafsir Tarbawi adalah salah satu tafsir yang banyak digunakan untuk mengkaji Al-Qur'an. Al-Qur’anul karim adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, al-Qur’an mengandung hal-hal yang berhubungan dengan keimanan, ilmu pengetahuan, kisah-kisah, filsafat, peraturan-peraturan yang mengatur tingkah laku dan tata cara hidup manusia, baik sebagai makhluq individu ataupun sebagai makhluq sosial, sehingga berbahagia hidup di dunia dan di akhirat.
Berkaitan dengan akhlaq Setiap manusia yang lahir di dunia ini, pasti membawa naluri yang mirip dengan hewan, letak perbedaannya karena naluri manusia disertai dengan akal. Sedangkan naluri hewan tidak demikian halnya. Oleh karena itu naluri manusia dapat menentukan tujuan yang dikehendakinya. Segala sesuatu itu dinilai baik atau buruknya, terpuji atau tercela, semata-mata karena syara’ (al-Qur’an dan Sunnah) hati nurani atau fitrah dalam bahasa al Qur’an memang dapat menjadi ukuran baik dan buruk karena manusia di ciptakan oleh Allah Swt memiliki fitrah bertauhid, mengakui keesaannya (QS. Ar-Rum: 30-30). Hati nurani manusia selalu mendambakan dan merindukan kebenaran, ingin mengikuti ajaran-ajaran Allah Swt. Namun fitrah manusia tidak selalu terjamin dapat berfungsi dengan baik karena pengaruh dari luar misalnya pengaruh pendidikan, lingkungan, pakaian dan juga pergaulan. Masyarakat yang hati nuraninya sudah tertutup dan akal fikiran sudah di kotori oleh sikap dan perilaku yang tidak terpuji. Namun bukan Cuma perilaku yang harus diperbaiki asupan dalam tubuhpun harus dijaga agar tetap halal. Karena itulah diperlukan adanya suatu jaminan dan kepastian akan kehalalan produk pangan yang dikonsumsi umat Islam.





BAB II
ISI

A.    POKOK AYAT AL-QUR’AN  TENTANG AKHLAQ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَقُولُواْ رَاعِنَا وَقُولُواْ انظُرْنَا وَاسْمَعُوا ْوَلِلكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيم 
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian katakan (kepada Muhammad): ‘Raa’ina’, tetapi katakanlah : ‘Unzhurna’, dan ‘dengarlah’. Dan bagi orang-orang kafir azab yang pedih.(QS Al-Baqarah : 104)
Inilah panggilan pertama Allah khusus kepada orang-orang beriman, di sepanjang pembahasan kita selama ini (dari Surat al-Fatihah hingga sejauh Surat al-Baqarah ini). Yang mencengangkan ialah bahwa panggilan ini Allah serukan justru di tengah-tengah rangkaian narasi tentang Bani Israil dari zaman Nabi Musa as sampai zaman Nabi Muhammad saw. Ini pasti bukan tanpa maksud. Dan dengan menempatkan panggilan ini di sini, orang yang paling awam sekalipun akan dengan mudah memahami maksudnya; yaitu agar orang beriman, umat Islam, tidak mengikuti jejak Bani Israil dalam memperlakukan Nabi dan Kitab sucinya, dalam memperlakukan Khalifah Ilahi dan kebenaran agamanya. Dengan maksud kita sebagai orang yang beriman di anjurkan bersikap dan berakhlaq baik kepada sesama
B.     AYAT AL-QUR’AN YANG BERHUBUNGAN DENGAN AL-BAQARAH 104
1.      QS An-nissa : 86
وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا
Apabila kamu diberi penghormatan dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.( QS An-nissa : 86 )
Ayat ini menjelaskan bahwa jika ada seseorang memberikan suatu hal kebaikan maka balaslah seseorang tersebut dengan kebaikan juga walaupun seseorang tersebut tidak mengharapkan kebaikan darimu, setidaknya kita memberi respon yang baik kepada seseorang yang telah memberikan suatu perkara yang baik, karena sesungguhnya allah memperhitungkan segala sesuatu yang kita kerjakan, dengan memhami ayat tersebut ini akan melatih kita untuk selalu bersikap baik dan menghargai orang lain, dengan terciptanya sikap tersbut akan timbul aklaq yang baik dikehidupan keluarga, masyarakat, dan khalayak umum.
2.      QS Al-imran : 134
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ
وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ 
           
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.( QS Al-imran : 134 )
Orang yang bertakwa, menurut ayat ini, bukan hanya mengerjakan perbuatan yang diwajibkan atas mereka. Sekalipun mereka dalam keadaan sulit, mereka tidak berhenti menginfakkan harta mereka. Dalam ayat ini digambarkan, mereka senantiasa berinfak itu dalam keadaan apa pun, baik dalam keadaan as-sarrâ’ maupun adh-dharrâ atau dalam keadaan senang maupun susah dengan demikian akan melatih kita untuk mempunyai sifat atau akhlaq yang mulia yaitu pedulisesamatanpa memandang keadaan senang maupun susah seperti yang dikisahkan dari sebagian kaum salaf, bahwa mereka kadang bersedekah dengan sebutir bawang. Aisyah ra. juga pernah bersedekah dengan sebutir buah anggur.7 Tindakan itu menggambarkan bahwa mereka tetap bersedekah sekalipun yang disedekahkan hanya sedikit lantaran mereka berada dalam keadaan yang sulit.



3.      QS Al-Isra : 53
وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚإِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا
Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: " Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.( QS Al-Isra : 53)
Dalam ayat ini allah memerintahkan kepada hambanya dan rosulnya agar memerintahkan hamba allah yang beriman hendaklah mereka dalam khotbah dan pembicaraan mengucapkan kata-kata yang terbaik dan dan kalimat yang menyenangkan. Hal ini karena semua perbuatan dimulai dari ucapan bisa di simpulkan awal yang baik akan menghasilkan hal yang baik pula, dengan kata lain kita dilatih untuk bertutur kata yang baik,sopan, dan benar guna dikemudian hari tidak ada perselisihan pendapat hanya karena masalah penggunaan kata yang kurang baik, karena dengan bertutur kata yang baik bisa mencegah permusuhan karena kesalahan komunikasi. Dengan dikuasainya tutur kata yang baik dapat memudahkan persoalan-persoalan dikeseharian dan melatih kita untuk berakhlaqul karimah.
C.    HADITS TETANG AKHLAQ
1.      Dari Abu Ad-Darda' radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مَا مِنْ شَيْءٍ يُوضَعُ فِي المِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الخُلُقِ، وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الخُلُقِ لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ» [سنن الترمذي: صحيح                                                                                            
Tidak ada sesuatu yang diletakkan pada timbangan hari kiamat yang lebih berat daripada akhlak yang mulia, dan sesungguhnya orang yang berakhlak mulia bisa mencapai derajat orang yang berpuasa dan shalat. [Sunan Tirmidzi: Sahih]


2.      Dari Sahl bin Sa'ad radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda
إن الله يحب معالي الأخلاق ويكره سفسافها [المعجم الكبير للطبراني: صححه الألباني      ]
Sesungguhnya Allah mencintai akhlak yang mulia dan membenci akhlak yang buruk. [Al-Mu'jam Al-Kabiir: Sahih]
3.      An-Nawwaas bin Sim'aan Al-Anshary radiyallahu 'anhu berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam tentang kebaikan dan keburukan, dan Rasulullah menjawab:
      «الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ، وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ، وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ» [صحيح مسلم
Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan keburukan adalah sesuatu yang mengganjal di dadamu (hatimu), dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya. [Sahih Muslim]
4.      Dari Jabir bin Samurah radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" إِنَّ أَحْسَنَ النَّاسِ إِسْلَامًا، أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا " [مسند أحمد: صحيح
Sesungguhnya orang yang paling baik keislamannya adalah yang paling baik akhlaknya. [Musnad Ahmad: Sahih]

5.        Dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

لن تسعوا الناس بأموالكم ولكن يسعهم منكم بسط الوجه وحسن الخلق [مسند البزار: حسنه الألباني          
Kalian tidak akan mempu memberi kepada semua orang dengan hartamu, akan tetapi kamu bisa memberi kepada semua orang dengan senyuman dan akhlak mulia. [Musnad Al-Bazzar: Hasan]
BAB III

KESIMPULAN
Pada dasarnya QS Al-Baqarah : 104 menjelaskan bahwa orang-orang yang beriman atau orang islam tidak di anjurkan untuk mengikuti jejak bani israil yang dilakukan kepada Nabi Muhammad dan kitabnya yaitu Al-Qur’an,  dengan kata lain kita tidak boleh membuat kesalahan orang lain yang pada dasarnya itu kebenaran hal ini menjadi pokok awal pembahasan tentang akhlaq, melatih agar kita bisa menjaga perasaan orang lain dan tidak membuat kesalahan diatas kebenaran, hal ini dapat melatih diri kita terbiasa melakukan perkara yg baik untuk orang lain dan selalu berbicara tentang kebaikan khusunya kebaikan orang lain dan agar tidak mendustakan orang lain dengan kata lain kita menyalahkan orang lain padahal orang lain itu lebih benar dari kita jika kita simpulkan ayat ini dapat melatih dan membawa kita untuk berperilaku atau berakhlaqul karimah yang di awali dengan memperlakukan orang lain dengan baik untuk memperkuat ayat di atas ada tiga ayat yang akan memperjelaskan persoalan tentang akhlaq sebagai berkut :
1.      QS An-nissa : 86
Jika kita kaitkan dengan QS Al-Baqarah :104 tentang aklaq ini bisa dikatakan sebagai tingkatan-tingkatan demi terciptanya insan yang berakhlaqul karimah dengan melihat terjemah qs An-nissa : 86 yaitu “Apabila kamu diberi penghormatan dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu” bisa disimpulkan setelah kita dapat bisa memperlakukan orang lain dengan kebaikan selnjutnya kita dilatih untuk menghargai orang lain sesuai ayat di atas apabila kamu diberi kebaikan maka kita di anjurkan membalas kebaikan itu dengan yg lebih baik jika belum bisa membalas dengan lebih baik kita minimal membalas dengan sma kebaikan itu yg diberikan kepada kita , pembahasan ini dapat melatih kita menciptakan sikap balas budi dengan terciptanya sikap ini dapat menjadikan orang lain menjadi senang terhadap kita dengan demikian jalinan silaturakhim dapat derjalan dengan lancar.
2.      QS Al-imran : 134
Dengan arti “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” ayat ini menjelaskan tingkatan berikutnya untuk menjadikan kita manusia yang berakhlaqul karimah yaitu dengan mlatih kita untuk belajar merelakan harta yang dimiliki untuk kemaslahatan orang lain baik pada waktu lapang maupun sempit dengan kata lain kita menginfakan sebgian harta kita saat keadaan kita sedang kaya maupun miskin, karenan ayat ini mengajarkan tingkatan sodaqoh itu tidak dilihat dari banyaknya yg kita sodaqohkan tetapi sodaqoh ini dilihat dari tingkat keikhlasan saat kita menyodaqohkan harta kita dengan penjelasan di atas dapat melatih kita agar selalu bersykur atas nikmat yag diberikan kepada kita dan melatih kepedulian kita kepada orang lain dan sikap ini lah yang akan mengantarkan kita untuk menjadi insan yang berakhlaqul karimah.
3.      QS Al-Isra : 53
Dengan arti ” Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: " Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia” ayat ini mengajarkan agar kita selalu bertutur kata yang baik karenan dengan sikap ini akan menjadikan orang yang di ajak bicara bisa menangkap dengan baik dan tidak adanya sakit hati karena kesalahan dalam bertutur kata  dan Dengan dikuasainya tutur kata yang baik dapat memudahkan persoalan-persoalan dikeseharian dan melatih kita untuk berakhlaqul karimah.
Untuk menguatkan ayat Al-Qur’an diatas dapat disajikan beberapa hadits yang menganjurkan kita agar selalu berakhlaqul karimah kepada semua makhluk karena pada dasarnya semua makhluq hidup di dunia ini adalah ciptaan allah dan kita sebagai makhluk ciptaanya yang paling sempurna di anjurkan untuk memberikan sikap terbaik pula bagi makhluk hidup ciptaanya yang lain, berikan adalah hadits-hadits yang mnganjurkan kita besikap baik
1.      Dari Abu Ad-Darda' radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam
Tidak ada sesuatu yang diletakkan pada timbangan hari kiamat yang lebih berat daripada akhlak yang mulia, dan sesungguhnya orang yang berakhlak mulia bisa mencapai derajat orang yang berpuasa dan shalat. [Sunan Tirmidzi: Sahih]
2.      Dari Sahl bin Sa'ad radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam
 Sesungguhnya Allah mencintai akhlak yang mulia dan membenci akhlak yang buruk. [Al-Mu'jam Al-Kabiir: Sahih]
3.      An-Nawwaas bin Sim'aan Al-Anshary radiyallahu 'anhu berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam tentang kebaikan dan keburukan, dan Rasulullah menjawab:
Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan keburukan adalah sesuatu yang mengganjal di dadamu (hatimu), dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya. [Sahih Muslim]
4.      Dari Jabir bin Samurah radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam
Sesungguhnya orang yang paling baik keislamannya adalah yang paling baik akhlaknya. [Musnad Ahmad: Sahih]
5.        Dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam
Kalian tidak akan mempu memberi kepada semua orang dengan hartamu, akan tetapi kamu bisa memberi kepada semua orang dengan senyuman dan akhlak mulia. [Musnad Al-Bazzar: Hasan]
Dari lima hadits diatas dapat dsimpulkan menjelaskan tentang beberapa poin tentang aklaq yang pertama adalah menjelaskan tentang pentingya akhlaqul karimah dalam kehidupan, kedua memberi tahu kita bahwa allah sangat menyukai insan yang berakhlaqul karimah, ketiga aklaq adalah sebuah kebaikan dan mengajarkan kita agar kita tidak boleh menyombongan kebaikan kita yang diberikan kepada orang lain, ke empat  mengajarkan tingkat keislaman kita dapat dilihat dari kita berperilaku dalam sehari-hari, ke lima menjelaskan sodaqoh tidak harus dengan harta karena dengan akhlaq yang baik itu juga dihitung sebagai sodaqoh, dengan demikian lima hadits diatas kita dapat ambil faedah-faedahnya untuk dijadikan acuan kita melaksanakn pola hidup yang lebih baik khususnya dalam ruang lingkup akhlaqul karimah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar