Minggu, 07 Mei 2017

sabar



AYAT AL-QUR’AN TENTANG SABAR
Disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Tafsir Tarbawi
Dosen pengampu Abdullah Ma’sum, Alh

 

Disusun Oleh :
Nur Laelatul Farah
2015010196
PAI 4E

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN (UNSIQ)JAWA TENGAH
DI WONOSOBO
2017




A.    PENGERTIAN SABAR
Sabar adalah tahan menderita segala atas yang tidak disenangi dengan rela dan menyerahkan diri kepada Allah. Menyerahkan diri kepada Allah dan menerima ketetapan-Nya dengan lapang dada bukan karena terpaksa.
Sabar adalah produk dari mengingat janji-janji Allah, yang akan diberikan kepada orang-orang yang rela memikul kesusahan melaksanakan amal-amal bakti yang sukar dikerjakan, rela menanggung kepahitan karena mengekang diri dari syahwat yang diharamkan serta ia sadar bahwa segala bencana itu perbuatan Allah dan dari tasharuf-nya kepada makhluk-Nya.
Sabar sesungguhnya adalah salah satu kekuatan jiwa yang dapat memasukkan peraturan ke dalam segala amal jiwa itu. Apabila sabar dapat berjalan dengan baik dalam segala urusan, maka ia akan memelihara manusia dari kerugian. Ia akan melindungi hak manusia dari nafsu tamak yang angkara murka. Ia memelihara kemuliaan manusia ketika tertimpa hal-hal yang tidak disukai. Hal ini telah dinyatakan oleh surat Wal ‘Ashri.
Sesempurna-sempurnanya sabar ialah sabar atas mengerjakan sesuatu syari’at dengan terus menerus, baik di kala seang maupun dikala susuah. Maka di ketika berhembus badai syahwat menggoncangkan itikat, hanya sabarlah yang dapat menetapkan iman dengan memaksakan diri supaya berhenti di perbatasan syara’.
Sabar adalah suatu malaikat jiwa. Dengan kekuatan malaikat itu, mudahlah kita memikuk beban yang berat dan rela menanggung akibat yang tidak disenangi selama kita dijalan kebenaran.
Agar orang dapat bersikap sabar, ia harus mengetahui tiga hal yaitu sebagai berikut:

1.      Mengetahui hakikat sesuatu yang akan atau harus diperjuangkan dengan sabar.
2.      Mengetahui nilai, keutamaan, dan hasil dari sesuatu yang akan diperjuangkan dengan sabar.
3.      Mengetahui akibat atau bahaya yang akan timbul bagi dirinya, jika tidak memperjuangkan dengan sabar.

Akan tiba suatu masa pada manusia, siapa di antara mereka yang bersikap sabar demi agamanya, ia ibarat menggenggam bara api


B.     AYAT YANG BERKAITAN DENGAN SABAR
وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”. )An-Nahl : 96(





C.     HADIST YANG MENGUATKAN TENTANG SABAR

Hadits ke-1

الصبر من الاايمان بمنزلةالراءس من اجسد


sabar sebagian dari iman, serupa kepala dari tubuh”


Hadist ke-2
وعن أبي مالك الحارث بن عاصم الأشعري رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم الطهور شطر الإيمان والحمد لله تملأ الميزان وسبحان الله والحمد لله تملآن أو تملأ ما بين السموات والأرض والصلاة نور والصدقة برهان والصبر ضياء والقرآن حجة لك أو عليك كل الناس يغدو فبائع نفسه فمعتقها أو موبقها رواه مسلم

Abu Malik Al-Harits bin ‘Ashim Al-Asy’ari RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kesucian itu sebagian dari iman, dan kalimat alhamdulillah memenuhi timbangan. Kalimat subhanallah dan alhamdulillah memenuhi ruang yang ada di antara langit dan bumi. Shalat itu cahaya, sedekah itu bukti, sabar itu cerminan, Al-Qur’an itu hujjah yang akan membela atau menuntutmu. Setiap manusia bekerja. Ada yang menjual dirinya, ada yang membebaskan dirinya, dan ada pula yang menghancurkan dirinya.” (HR. Muslim)

Pelajaran dari Hadist
  1. Wudhu memiliki kedudukan yang utama dalam Islam. Ia menjadi syarat sahnya shalat.
  2. Dzikir adalah amal ibadah yang utama.
  3. Hadits di atas mengandung anjuran untuk memperbanyak shalat, karena shalat adalah cahaya yang menerangi kehidupan seorang muslim. Shalat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar, juga akan membimbing orang yang mendirikannya untuk mengikuti kebenaran dan mencegah kerusakan.
  4. Sabar adalah sifat yang utama karena dengan sabar semua akan ada hikmahnya.
  5. Al-Qur’an adalah sumber hukum yang pertama dan utama, tempat kembali saat terjadi pertikaian, dan undang-undang bagi umat Islam.
  6. Melalui sabdanya, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak sedekah, karena sedekah adalah bukti kejujuran dan keikhlasan seorang muslim.
  7. Setiap manusia harus bekerja dan mencari rezeki agar tidak tergantung atau meminta-minta pada orang lain.
  8. Setiap muslim harus mengisi usianya dengan berbagai aktivitas ibadah kepada Allah SWT

Hadits ke-3
وعن أبي سعيد بن مالك بن سنان الخدري رضي الله عنهما أن ناسا من الأنصار سألوا رسول الله صلى الله عليه وسلم فأعطاهم ثم سألوه فأعطاهم حتى نفد ما عنده فقال لهم حين أنفق كل شيء بيده ما يكن من خير فلن أدخره عنكم ومن
يستعفف يعفه الله ومن يستغن يغنه الله ومن يتصبر يصبره الله وما أعطى أحد عطاء خيرا وأوسع من الصبر متفق عليه

Abu Sa’id, Sa’d bin Sinan Al-Khudri RA berkata bahwa beberapa orang Anshar meminta sesuatu kepada Rasulullah SAW. Rasulullah memberinya, hingga apa yang ada padanya habis. Lalu, beliau bersabda kepada mereka ketika beliau menginfakkan semua yang ada di tangannya. “Aku tidak akan menyimpan harta yang ada padaku. Barangsiapa yang menjaga dirinya dengan tidak meminta-minta, maka Allah akan menjaganya. Siapa pun dari kalian yang merasa cukup, maka Allah akan mencukupinya. Barangsiapa yang berlatih untuk bersabar, niscaya Allah memberikan kesabaran kepadanya. Dan, tidak ada nikmat yang lebih baik dan lebih luas, yang diberikan kepada seseorang, selain kesabaran.” (Muttafaq ‘alaih)





Pelajaran dari Hadits
1.  Hadits ini menjadi satu bukti bagi setiap muslim bahwa mereka harus memiliki sifat-sifat yang terpuji, seperti mudah memaafkan dan suka berinfak.
2.    Adapun yang dimaksud dengan kaya bukan kaya harta, melainkan kaya hati.
3.   Rasulullah menganjurkan umatnya untuk menerima nikmat yang telah Allah berikan kepadanya dan bersikap qana’ah, serta menjauhi sikap meminta-minta.
4.    Sifat dan akhlaq terpuji dapat diperoleh dengan kesabaran.





Hadits ke-4
وعن أبي يحيى صهيب بن سنان رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم عجبا لأمر المؤمن إن أمره كله له خير وليس ذلك لأحد إلا للمؤمن إن أصابته سراء شكر فكان خيرا له وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له رواه مسلم

Abu Yahya, Shuhaib bin Sinan RA, berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh unik urusan orang yang beriman itu. Semua urusannya, baik baginya. Hal itu hanya dimiliki oleh orang yang beriman. Jika dia memperoleh kegembiraan, dia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ditimpa kesulitan, dia bersabar, dan itu baik baginya.” (Muslim)

Pelajaran dari Hadits
1.    Kehidupan seorang muslim, baik senang maupun susah, adalah kebaikan dan bernilai pahala di sisi Allah.
2.    Seorang mukmin sejati akan bersyukur kepada Allah di waktu senang dan bersabar di waktu susah, sehingga ia mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sementara itu, orang yang imannya lemah akan menggerutu dan marah ketika ditimpa musibah, sehingga ia mendapatkan dua keburukan, yakni kesulitan hidup dan dosa karena ketidaksabarannya. Ia juga tidak bisa mengukur besarnya nikmat yang telah Allah berikan kepadanya, sehingga tidak bisa mensyukuri dan melaksanakan kewajibannya. Oleh karena itu, nikmat yang ada padanya berubah menjadi bencana.
Hadits ke-5
وعن أبي زيد أسامة بن زيد حارثة مولى رسول الله صلى الله عليه وسلم وحبه وابن حبه رضي الله عنهما قال أرسلت بنت النبي صلى الله عليه وسلم إن ابني قد احتضر فاشهدنا فأرسل يقرئ السلام ويقول إن لله ما أخذ وله ما أعطى وكل شيء عنده بأجل مسمى فلتصبر ولتحتسب فأرسلت إليه تقسم عليه ليأتينها فقام ومعه سعد بن عبادة ومعاذ ابن جبل وأبي بن كعب وزيد بن ثابت ورجال رضي الله عنهم فرفع إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم الصبي فأقعده في حجره ونفسه تقعقع ففاضت عيناه فقال سعد يا رسول الله ما هذا فقال هذه رحمة جعلها الله تعلى في قلوب عباده وفي رواية في قلوب من شاء من عباده وإنما يرحم الله من عباده الرحماء متفق عليه

Abu Zaid, Usamah bin Zaid bin Haritsah RA , berkata, “Putri Rasulullah  mengutus seseorang untuk menyampaikan pesan kepada Nabi SAW., ‘Bahwa anakku sedang sekarat. Karena itu, jenguklah ia.’
Nabi hanya mengirim salam dan berkata, ‘(Katakan kepadanya), “Sesungguhnya, Allah berhak mengambil dan memberi. Segala sesuatu ada batasnya. Hendaknya ia bersabar dan mengharap pahala dari Allah.”’
Sekali lagi, putri Rasulullah mengirim utusan, memohon kepada Nabi untuk datang menjenguk. Lalu, Rasulullah berangkat bersama Sa’d bin Ubadah RA, Muadz bin jabal RA, Ubay bin Ka’b RA, Zaid bin Tsabit RA, dan sejumlah sahabat.
(Sesampainya di rumah Zainab) anak perempuan yang sedang sakaratul-maut itu didudukkan di pangkuan Nabi SAW., dan napasnya sudah tersengal-sengal. Melihat hal itu, Zainab menangis.
Sa’d bertanya, ‘Ya Rasulullah, apa ini?’
Rasulullah SAW menjawab, ‘Ini adalah kasih sayang yang diberikan Allah kepada hamba-hamba-Nya.’”
Di dalam riwayat lain disebutkan, “Pada hati hamba yang dikehendaki-Nya, Allah mengasihi hamba-hamba-Nya yang memiliki kasih sayang.” (Muttafaq ‘alaih)



D.    AYAT PENDUKUNG TENTANG SABAR

E.     وَلَمَن صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُور
Tetapi, orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya, (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (QS. Asy-Syuura: 43)

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنكُمْ وَالصَّابِرِينَ
“Dan sesungguhnya, Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu…” (QS. Muhammad: 31)
نَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَاب
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. )Az-Zumar : 10(
وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
Dan, Allah mencintai orang-orang yang sabar”.)Ali Imran : 146(








F.     KESIMPULAN.

Tuhan yang bersikap rauf dan rahim, menggerakkan kita kepada sabar, tuhan telah menjadikan sabar sebagai itu dari tanda kekukuhan cita-cita. Tuhan telah menerangkan, bahwa umat yang dahulu mendapat kebaikan yang sempurna lantaran dengan sabar dan ada umat yang mendapat dua ganda pahala disebabkan sabar. Tuhan juga menerangkan bahwa inayat-Nya dilimpahkan atas orang-orang sabar dengan yang dikatan seperti surat.......
Manusia bila dapat bersabar dan tidak berkeluh kesah jika tertimpa bencana dan kesulitan, akan dapat mematahkan tipu muslihat musuhnya dan menggembirakan temanya, dan sanggup berpikir jauh untuk melepaskan diri dari bencana yang menimpanya.
Dengan sikap sabar, sesorang akan dapat dengan mudah melaksanakan semuanyang diperintahkan Allah dan menjauhi larangan-Nya, baik berusaha melaksanakan kewajiban terhadap Allah maupun terhadap sesama manusia. Sikap sabar seseorang akan memudahkan melawan dorongan nafsu, sekaligus menguatkan dirinya mencari keridhaan Allah. Dengan kesabaran pula, penderitaan seseorang dalam melaksanakan hal-hal di atas menjadi terasa ringan.
Akan tetapi sekali orang mengeluh kesulitan menumbuhkan sikap sabar. Untuk itu, seseorang perlu lebih dahulu mengetahui jalan atau cara agar dapat memiliki sikap dan sifat sabar. Tanpa menngetahui hal itu memang sulit bersikap dan bersifat sabar.
4.      Mengetahui hakikat sesuatu yang akan atau harus diperjuangkan dengan sabar.
5.      Mengetahui nilai, keutamaan, dan hasil dari sesuatu yang akan diperjuangkan dengan sabar.
6.      Mengetahui akibat atau bahaya yang akan timbul bagi dirinya, jika tidak memperjuangkan dengan sabar.
Pada dasarnya, perintah Allah terbagi menjadi dua, yaitu untuk mewujudkan perbuatan dan meninggalkan perbuatan. Degan demikian, laranga Allah pun pada hakikatnya perintah Allah, yaitu dengan meninggalkan perbuatan.
Dengan hadist tentang sabar ada beberapa pelajaran
Hadist yang pertama “sabar sebagian dari iman, serupa kepala dari tubuh”
Hadis yang kedua:
  1. Wudhu memiliki kedudukan yang utama dalam Islam. Ia menjadi syarat sahnya shalat.
  2. Dzikir adalah amal ibadah yang utama.
  3. Hadits di atas mengandung anjuran untuk memperbanyak shalat, karena shalat adalah cahaya yang menerangi kehidupan seorang muslim. Shalat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar, juga akan membimbing orang yang mendirikannya untuk mengikuti kebenaran dan mencegah kerusakan.
  4. Sabar adalah sifat yang utama karena dengan sabar semua akan ada hikmahnya.
  5. Al-Qur’an adalah sumber hukum yang pertama dan utama, tempat kembali saat terjadi pertikaian, dan undang-undang bagi umat Islam.
  6. Melalui sabdanya, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak sedekah, karena sedekah adalah bukti kejujuran dan keikhlasan seorang muslim.
  7. Setiap manusia harus bekerja dan mencari rezeki agar tidak tergantung atau meminta-minta pada orang lain.
  8. Setiap muslim harus mengisi usianya dengan berbagai aktivitas ibadah kepada Allah SWT.
Hadistketiga:
1.      Hadits ini menjadi satu bukti bagi setiap muslim bahwa mereka harus memiliki sifat-sifat yang terpuji, seperti mudah memaafkan dan suka berinfak.
2.      Adapun yang dimaksud dengan kaya bukan kaya harta, melainkan kaya hati.
3.      Rasulullah menganjurkan umatnya untuk menerima nikmat yang telah Allah berikan kepadanya dan bersikap qana’ah, serta menjauhi sikap meminta-minta.
4.      Sifat dan akhlaq terpuji dapat diperoleh dengan kesabaran.
Hadist keempat:
1.  Kehidupan seorang muslim, baik senang maupun susah, adalah kebaikan dan bernilai pahala di sisi Allah.
2.    Seorang mukmin sejati akan bersyukur kepada Allah di waktu senang dan bersabar di waktu susah, sehingga ia mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sementara itu, orang yang imannya lemah akan menggerutu dan marah ketika ditimpa musibah, sehingga ia mendapatkan dua keburukan, yakni kesulitan hidup dan dosa karena ketidaksabarannya. Ia juga tidak bisa mengukur besarnya nikmat yang telah Allah berikan kepadanya, sehingga tidak bisa mensyukuri dan melaksanakan kewajibannya. Oleh karena itu, nikmat yang ada padanya berubah menjadi bencana.
Hadist kelima:
Tentang kesabaran seorang yang sedang ditimpa penyakit.























Tidak ada komentar:

Posting Komentar