AYAT AL-QUR’AN
TENTANG SABAR
Disusun guna memenuhi
tugas Mata Kuliah Tafsir Tarbawi
Dosen pengampu
Abdullah Ma’sum, Alh
Disusun Oleh :
Nur Laelatul Farah
2015010196
PAI 4E
PENDIDIKAN AGAMA
ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
(FITK)
UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN (UNSIQ)JAWA
TENGAH
DI WONOSOBO
2017
A.
PENGERTIAN
SABAR
Sabar
adalah tahan menderita segala atas yang tidak disenangi dengan rela dan
menyerahkan diri kepada Allah. Menyerahkan diri kepada Allah dan menerima
ketetapan-Nya dengan lapang dada bukan karena terpaksa.
Sabar
adalah produk dari mengingat janji-janji Allah, yang akan diberikan kepada
orang-orang yang rela memikul kesusahan melaksanakan amal-amal bakti yang sukar
dikerjakan, rela menanggung kepahitan karena mengekang diri dari syahwat yang
diharamkan serta ia sadar bahwa segala bencana itu perbuatan Allah dan dari tasharuf-nya
kepada makhluk-Nya.
Sabar
sesungguhnya adalah salah satu kekuatan jiwa yang dapat memasukkan peraturan ke
dalam segala amal jiwa itu. Apabila sabar dapat berjalan dengan baik dalam
segala urusan, maka ia akan memelihara manusia dari kerugian. Ia akan
melindungi hak manusia dari nafsu tamak yang angkara murka. Ia memelihara
kemuliaan manusia ketika tertimpa hal-hal yang tidak disukai. Hal ini telah
dinyatakan oleh surat Wal ‘Ashri.
Sesempurna-sempurnanya
sabar ialah sabar atas mengerjakan sesuatu syari’at dengan terus menerus, baik
di kala seang maupun dikala susuah. Maka di ketika berhembus badai syahwat
menggoncangkan itikat, hanya sabarlah yang dapat menetapkan iman dengan
memaksakan diri supaya berhenti di perbatasan syara’.
Sabar
adalah suatu malaikat jiwa. Dengan kekuatan malaikat itu, mudahlah kita memikuk
beban yang berat dan rela menanggung akibat yang tidak disenangi selama kita
dijalan kebenaran.
Agar
orang dapat bersikap sabar, ia harus mengetahui tiga hal yaitu sebagai berikut:
1.
Mengetahui hakikat
sesuatu yang akan atau harus diperjuangkan dengan sabar.
2.
Mengetahui nilai,
keutamaan, dan hasil dari sesuatu yang akan diperjuangkan dengan sabar.
3.
Mengetahui akibat atau
bahaya yang akan timbul bagi dirinya, jika tidak memperjuangkan dengan sabar.
Akan tiba suatu masa pada manusia, siapa di antara mereka yang bersikap
sabar demi agamanya, ia ibarat menggenggam bara api
B.
AYAT
YANG BERKAITAN DENGAN SABAR
وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا
يَعْمَلُونَ
“Dan, sesungguhnya Kami
akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih
baik dari apa yang mereka kerjakan”. )An-Nahl : 96(
C.
HADIST
YANG MENGUATKAN TENTANG SABAR
Hadits ke-1
الصبر من الاايمان
بمنزلةالراءس من اجسد
“sabar sebagian dari iman, serupa kepala dari
tubuh”
Hadist ke-2
وعن أبي مالك الحارث بن
عاصم الأشعري رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم الطهور شطر
الإيمان والحمد لله تملأ الميزان وسبحان الله والحمد لله تملآن أو تملأ ما بين
السموات والأرض والصلاة نور والصدقة برهان والصبر ضياء والقرآن حجة لك أو عليك كل
الناس يغدو فبائع نفسه فمعتقها أو موبقها رواه مسلم
Abu Malik Al-Harits bin ‘Ashim Al-Asy’ari RA berkata bahwa Rasulullah SAW
bersabda, “Kesucian itu sebagian dari iman, dan
kalimat alhamdulillah memenuhi timbangan. Kalimat subhanallah dan alhamdulillah memenuhi
ruang yang ada di antara langit dan bumi. Shalat itu cahaya, sedekah itu bukti,
sabar itu cerminan, Al-Qur’an itu hujjah yang akan membela atau menuntutmu.
Setiap manusia bekerja. Ada yang menjual dirinya, ada yang membebaskan dirinya,
dan ada pula yang menghancurkan dirinya.” (HR. Muslim)
Pelajaran dari Hadist
- Wudhu memiliki kedudukan yang utama dalam Islam. Ia menjadi syarat sahnya shalat.
- Dzikir adalah amal ibadah yang utama.
- Hadits di atas mengandung anjuran untuk memperbanyak shalat, karena shalat adalah cahaya yang menerangi kehidupan seorang muslim. Shalat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar, juga akan membimbing orang yang mendirikannya untuk mengikuti kebenaran dan mencegah kerusakan.
- Sabar adalah sifat yang utama karena dengan sabar semua akan ada hikmahnya.
- Al-Qur’an adalah sumber hukum yang pertama dan utama, tempat kembali saat terjadi pertikaian, dan undang-undang bagi umat Islam.
- Melalui sabdanya, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak sedekah, karena sedekah adalah bukti kejujuran dan keikhlasan seorang muslim.
- Setiap manusia harus bekerja dan mencari rezeki agar tidak tergantung atau meminta-minta pada orang lain.
- Setiap muslim harus mengisi usianya dengan berbagai aktivitas ibadah kepada Allah SWT
Hadits ke-3
وعن أبي سعيد بن مالك بن سنان الخدري رضي الله عنهما أن ناسا من الأنصار سألوا
رسول الله صلى الله عليه وسلم فأعطاهم ثم سألوه فأعطاهم حتى نفد ما عنده فقال لهم
حين أنفق كل شيء بيده ما يكن من خير فلن أدخره عنكم ومن
يستعفف يعفه الله ومن يستغن يغنه الله ومن يتصبر يصبره الله وما أعطى أحد عطاء
خيرا وأوسع من الصبر متفق عليه
Abu Sa’id, Sa’d bin
Sinan Al-Khudri RA berkata bahwa beberapa orang Anshar meminta sesuatu kepada
Rasulullah SAW. Rasulullah memberinya, hingga apa yang ada padanya habis. Lalu,
beliau bersabda kepada mereka ketika beliau menginfakkan semua yang ada di
tangannya. “Aku tidak akan menyimpan harta yang ada padaku. Barangsiapa yang
menjaga dirinya dengan tidak meminta-minta, maka Allah akan menjaganya. Siapa
pun dari kalian yang merasa cukup, maka Allah akan mencukupinya. Barangsiapa
yang berlatih untuk bersabar, niscaya Allah memberikan kesabaran kepadanya.
Dan, tidak ada nikmat yang lebih baik dan lebih luas, yang diberikan kepada
seseorang, selain kesabaran.” (Muttafaq ‘alaih)
Pelajaran dari Hadits
1. Hadits ini menjadi satu bukti bagi setiap muslim bahwa mereka
harus memiliki sifat-sifat yang terpuji, seperti mudah memaafkan dan suka
berinfak.
2. Adapun yang dimaksud dengan kaya bukan kaya harta,
melainkan kaya hati.
3. Rasulullah menganjurkan umatnya untuk menerima nikmat yang
telah Allah berikan kepadanya dan bersikap qana’ah, serta menjauhi sikap
meminta-minta.
4. Sifat dan akhlaq terpuji dapat diperoleh dengan
kesabaran.
Hadits ke-4
وعن أبي يحيى صهيب بن سنان رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
عجبا لأمر المؤمن إن أمره كله له خير وليس ذلك لأحد إلا للمؤمن إن أصابته سراء شكر
فكان خيرا له وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له رواه مسلم
Abu Yahya, Shuhaib bin
Sinan RA, berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh unik urusan orang
yang beriman itu. Semua urusannya, baik baginya. Hal itu hanya dimiliki oleh
orang yang beriman. Jika dia memperoleh kegembiraan, dia bersyukur, dan itu
baik baginya. Jika ditimpa kesulitan, dia bersabar, dan itu baik baginya.” (Muslim)
Pelajaran dari Hadits
1. Kehidupan seorang muslim, baik senang maupun susah,
adalah kebaikan dan bernilai pahala di sisi Allah.
2. Seorang mukmin sejati akan bersyukur kepada Allah di
waktu senang dan bersabar di waktu susah, sehingga ia mendapatkan kebahagiaan
di dunia dan akhirat. Sementara itu, orang yang imannya lemah akan menggerutu
dan marah ketika ditimpa musibah, sehingga ia mendapatkan dua keburukan, yakni
kesulitan hidup dan dosa karena ketidaksabarannya. Ia juga tidak bisa mengukur
besarnya nikmat yang telah Allah berikan kepadanya, sehingga tidak bisa
mensyukuri dan melaksanakan kewajibannya. Oleh karena itu, nikmat yang ada
padanya berubah menjadi bencana.
Hadits ke-5
وعن أبي زيد أسامة بن زيد حارثة مولى رسول الله صلى الله عليه وسلم وحبه وابن
حبه رضي الله عنهما قال أرسلت بنت النبي صلى الله عليه وسلم إن ابني قد احتضر
فاشهدنا فأرسل يقرئ السلام ويقول إن لله ما أخذ وله ما أعطى وكل شيء عنده بأجل
مسمى فلتصبر ولتحتسب فأرسلت إليه تقسم عليه ليأتينها فقام ومعه سعد بن عبادة ومعاذ
ابن جبل وأبي بن كعب وزيد بن ثابت ورجال رضي الله عنهم فرفع إلى رسول الله صلى
الله عليه وسلم الصبي فأقعده في حجره ونفسه تقعقع ففاضت عيناه فقال سعد يا رسول
الله ما هذا فقال هذه رحمة جعلها الله تعلى في قلوب عباده وفي رواية في قلوب من
شاء من عباده وإنما يرحم الله من عباده الرحماء متفق عليه
Abu Zaid, Usamah bin
Zaid bin Haritsah RA , berkata, “Putri Rasulullah mengutus
seseorang untuk menyampaikan pesan kepada Nabi SAW., ‘Bahwa anakku sedang
sekarat. Karena itu, jenguklah ia.’
Nabi hanya mengirim
salam dan berkata, ‘(Katakan kepadanya), “Sesungguhnya, Allah berhak mengambil
dan memberi. Segala sesuatu ada batasnya. Hendaknya ia bersabar dan mengharap
pahala dari Allah.”’
Sekali lagi, putri
Rasulullah mengirim utusan, memohon kepada Nabi untuk datang menjenguk. Lalu,
Rasulullah berangkat bersama Sa’d bin Ubadah RA, Muadz bin jabal RA, Ubay bin
Ka’b RA, Zaid bin Tsabit RA, dan sejumlah sahabat.
(Sesampainya di rumah
Zainab) anak perempuan yang sedang sakaratul-maut itu didudukkan di pangkuan
Nabi SAW., dan napasnya sudah tersengal-sengal. Melihat hal itu, Zainab
menangis.
Sa’d bertanya, ‘Ya
Rasulullah, apa ini?’
Rasulullah SAW
menjawab, ‘Ini adalah kasih sayang yang diberikan Allah kepada
hamba-hamba-Nya.’”
Di dalam riwayat lain
disebutkan, “Pada hati hamba yang dikehendaki-Nya, Allah mengasihi
hamba-hamba-Nya yang memiliki kasih sayang.” (Muttafaq ‘alaih)
D.
AYAT
PENDUKUNG TENTANG SABAR
E. وَلَمَن صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُور
Tetapi, orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya, (perbuatan) yang
demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (QS. Asy-Syuura: 43)
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ
حَتَّىٰ نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنكُمْ وَالصَّابِرِينَ
“Dan sesungguhnya, Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui
orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu…” (QS. Muhammad: 31)
نَّمَا يُوَفَّى
الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَاب
“Sesungguhnya hanya
orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. )Az-Zumar : 10(
وَاللَّهُ يُحِبُّ
الصَّابِرِينَ
“Dan, Allah
mencintai orang-orang yang sabar”.)Ali Imran : 146(
F. KESIMPULAN.
Tuhan yang bersikap
rauf dan rahim, menggerakkan kita kepada sabar, tuhan telah menjadikan sabar
sebagai itu dari tanda kekukuhan cita-cita. Tuhan telah menerangkan, bahwa umat
yang dahulu mendapat kebaikan yang sempurna lantaran dengan sabar dan ada umat
yang mendapat dua ganda pahala disebabkan sabar. Tuhan juga menerangkan bahwa
inayat-Nya dilimpahkan atas orang-orang sabar dengan yang dikatan seperti
surat.......
Manusia bila dapat bersabar dan tidak berkeluh kesah jika tertimpa bencana
dan kesulitan, akan dapat mematahkan tipu muslihat musuhnya dan menggembirakan
temanya, dan sanggup berpikir jauh untuk melepaskan diri dari bencana yang
menimpanya.
Dengan sikap sabar, sesorang akan dapat dengan mudah melaksanakan
semuanyang diperintahkan Allah dan menjauhi larangan-Nya, baik berusaha
melaksanakan kewajiban terhadap Allah maupun terhadap sesama manusia. Sikap
sabar seseorang akan memudahkan melawan dorongan nafsu, sekaligus menguatkan
dirinya mencari keridhaan Allah. Dengan kesabaran pula, penderitaan seseorang
dalam melaksanakan hal-hal di atas menjadi terasa ringan.
Akan tetapi sekali orang mengeluh kesulitan menumbuhkan sikap sabar. Untuk
itu, seseorang perlu lebih dahulu mengetahui jalan atau cara agar dapat
memiliki sikap dan sifat sabar. Tanpa menngetahui hal itu memang sulit bersikap
dan bersifat sabar.
4.
Mengetahui hakikat
sesuatu yang akan atau harus diperjuangkan dengan sabar.
5.
Mengetahui nilai,
keutamaan, dan hasil dari sesuatu yang akan diperjuangkan dengan sabar.
6.
Mengetahui akibat atau
bahaya yang akan timbul bagi dirinya, jika tidak memperjuangkan dengan sabar.
Pada dasarnya, perintah
Allah terbagi menjadi dua, yaitu untuk mewujudkan perbuatan dan meninggalkan
perbuatan. Degan demikian, laranga Allah pun pada hakikatnya perintah Allah,
yaitu dengan meninggalkan perbuatan.
Dengan hadist tentang
sabar ada beberapa pelajaran
Hadist yang pertama
“sabar sebagian dari iman, serupa kepala dari tubuh”
Hadis yang kedua:
- Wudhu memiliki kedudukan yang utama dalam Islam. Ia menjadi syarat sahnya shalat.
- Dzikir adalah amal ibadah yang utama.
- Hadits di atas mengandung anjuran untuk memperbanyak shalat, karena shalat adalah cahaya yang menerangi kehidupan seorang muslim. Shalat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar, juga akan membimbing orang yang mendirikannya untuk mengikuti kebenaran dan mencegah kerusakan.
- Sabar adalah sifat yang utama karena dengan sabar semua akan ada hikmahnya.
- Al-Qur’an adalah sumber hukum yang pertama dan utama, tempat kembali saat terjadi pertikaian, dan undang-undang bagi umat Islam.
- Melalui sabdanya, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak sedekah, karena sedekah adalah bukti kejujuran dan keikhlasan seorang muslim.
- Setiap manusia harus bekerja dan mencari rezeki agar tidak tergantung atau meminta-minta pada orang lain.
- Setiap muslim harus mengisi usianya dengan berbagai aktivitas ibadah kepada Allah SWT.
Hadistketiga:
1. Hadits ini menjadi satu bukti bagi setiap muslim bahwa mereka harus
memiliki sifat-sifat yang terpuji, seperti mudah memaafkan dan suka berinfak.
2. Adapun yang dimaksud dengan kaya bukan kaya harta, melainkan kaya hati.
3. Rasulullah menganjurkan umatnya untuk menerima nikmat yang telah Allah
berikan kepadanya dan bersikap qana’ah, serta menjauhi sikap meminta-minta.
4. Sifat dan akhlaq terpuji dapat diperoleh dengan kesabaran.
Hadist keempat:
1. Kehidupan
seorang muslim, baik senang maupun susah, adalah kebaikan dan bernilai pahala
di sisi Allah.
2.
Seorang mukmin sejati akan bersyukur kepada Allah di waktu senang dan bersabar
di waktu susah, sehingga ia mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Sementara itu, orang yang imannya lemah akan menggerutu dan marah ketika
ditimpa musibah, sehingga ia mendapatkan dua keburukan, yakni kesulitan hidup
dan dosa karena ketidaksabarannya. Ia juga tidak bisa mengukur besarnya nikmat
yang telah Allah berikan kepadanya, sehingga tidak bisa mensyukuri dan
melaksanakan kewajibannya. Oleh karena itu, nikmat yang ada padanya berubah menjadi
bencana.
Hadist kelima:
Tentang kesabaran
seorang yang sedang ditimpa penyakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar