Disusun
guna memenuhi salah satu tugas matakuliah
Study Tafsir Al-Qur’an
Dosen
Pengampu: Abdullah Ma’sum,Alh.,S.Pd.I

Oleh
:
Kuwat
Syaifuddin (2015010026)
PAI
4E
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS
ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
UNIVERSITAS
SAINS AL-QUR’AN (UNSIQ)
JAWA
TENGAH DI WONOSOBO
2017
KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU
Menuntutilmumerupakanperintahlansungdari
Allah. Karena orang yang menuntutilmuakandiangkatderajatnyaoleh Allah
beberapaderajat.
1.
Firman Allahdalam QS. Al-Mujadalahayat 11
يَٰٓأَيُّهَاٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَكُمۡ تَفَسَّحُواْ فِي ٱلۡمَجَٰلِسِ فَٱفۡسَحُواْ
يَفۡسَحِ ٱللَّهُ لَكُمۡۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُواْ فَٱنشُزُواْ يَرۡفَعِ ٱللَّهُٱلَّذِينَ
ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ وَٱللَّهُ بِمَا
تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ ١١
"Wahai
orang-orang yang
beriman!Apabiladikatakankepadamu,"Berilahkelapangandidalammajelis,
makalapangkanlah, niscaya Allah akan memberkelapanganuntukmu. Dan
apabiladikatakanberdirilah kamu, makaberdirilah, niscaya Allah akanmengangkatderajat
orang-orang yang berimandiantarakamudan orang-orang yang berilmubeberapaderajat".
Q.S Al-Mujadalahayat 11.
2. Hadist-haditspendukung:
عَنْ انسٍ اِبْنُ مَا لِكٍ قَالَ رَسُوْ ل اللّه
عَلَيْهِ و سَلَم طَلَبُ العِلْمِ فَرِ يْضَةً عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وو ضِعً
العِلْمِ عِنْدَ غَيْرُ أهْلِهِ كمُقِلدِ الحنَا زِ يْدِ لجَوْ هَرَو للؤ
لؤوَالذهَبَ
"Dari
Anas bin Malik iaberkata, Rasulullah saw, bersabda:
Mencariilmuituwajibbagisetiapmuslim, memberikanilmukepada orang yang
bukanahlinyaseperti orang yang mengalungibabidenganpermata, mutiara, atauemas"
HR.IbnuMajah.1
Orang yang menuntutilmuakanmemperolehpahalaseperti orang
yang berrjihad.halinisesuaidengansabdarasulullahsaw :
مَنْ
محرَجَفِى طلبُ لعِلمِ فَهُوَ قِي سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْ جِعَ
"Orang keluaruntukmencariilmumakaiaberadadijalan
Allah sehinggaiakembali kerumahnya"2
Menuntutilmumempunyaikeutamaanlebihbaikdaripadasholatseratusrakaat.
Hal inisesuaisabdaRasulullah saw kepada Abu Zarsebagaiberikut :
يَا أبَاذرٍّ, لأِنْ تَغْدَ وْا فثعَلمَ ايَة مِنْ كِتَابِ اللّهِ خيْرُ
لكَ مِنْ انْ تَصَلي مِا ئة رَكعَةٍ
"Wahai Abu Zar,
keluarmudarirumahpadapagihariuntukmempelajarisatuayatdarikitab Allah,
itulebihbaikdaripadaengkaumengerjakansholatseratusrakaat. HR.Ibnu
Majah3
Orang yang sukamencari ilmuakandimudahkanjalannyamenuju
surge dandinaungioleh para malaikat, sebagaimanasabdaRasulullah saw :
مَنْ سَلَكَ
طَرِ يْقَ يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمً سَهَّلَ اللّه بِهِ طَرِ يْقَل إِلاَ لجَنَّة
" Barangsiapamenempuhjalanuntukmencariilmu,
Allah akanmemudahkanbaginyajalankesurga, sesungguhnya para
malaikatmenaungkansayap-sayapnyakepada orang yang
menuntutilmukarenasenangterhadapapa yang diperbuat"4
Diantarakeutamaan
orang yang
berilmudanmaumengajarkanilmunyaadalahpahalaakanterusmengalirmeskipuniatelahmeninggaldunia.
Makajangansampaikitamenyia-nyiakanperkara yang besarini.
Dari Abu Hurairah, Rasulullahshalallahualaihiwassalambersabda,
Dari Abu Hurairah, Rasulullahshalallahualaihiwassalambersabda,
اِذَا مَا ت
الإِ نسَا نُ انقَطعَ عَمَله إلا مِنْ ثلا ثةٍ وَ عِلمٍ يُنْتَفْعُ بهِ وَوَ لدٍ
صَا لح يَدْ عُوْ له
"Jikaseorangmanusiamatimakaterputuslahdarinyaamalnyakecualitigahal,
darisedekahjariyah, atauilmu yang diambilmanfaatnya, atauanakshalih yang
mendoakannya." (HR. Muslim no. 1631)5
3. Ayat-ayat yang berhubungandengan QS. Al-Mujadalahayat 11
a.
QS. At-Taubahayat :122
۞وَمَا كَانَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لِيَنفِرُواْ كَآفَّةٗۚ فَلَوۡلَا
نَفَرَ مِن كُلِّ فِرۡقَةٖ مِّنۡهُمۡ طَآئِفَةٞ لِّيَتَفَقَّهُواْ فِي ٱلدِّينِ
وَلِيُنذِرُواْ قَوۡمَهُمۡ إِذَا رَجَعُوٓاْ إِلَيۡهِمۡ لَعَلَّهُمۡ يَحۡذَرُونَ
١٢٢
"Dan
tidaksepatutnya orang-orang mukminitusemuanyapergikemedanperang,
mengapasebagiandiantaramerekatidakpergiuntukmemperdalamilmupengetahuan agama
merekadanuntuk member peringatankepadakaumnyaapabilamerekatelahkembali, agar
merekadapatmenjagadirinya "
b. Qs Ali Imraanayat :18
شَهِدَٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَأُوْلُواْ ٱلۡعِلۡمِ قَآئِمَۢا بِٱلۡقِسۡطِۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡعَزِيزُٱلۡحَكِيمُ ١٨
“Allah menyatakanbahwasanyatidakadaTuhan (yang
berhakdisembah) melainkanDia, Yang menegakkankeadilan. Para malaikatdan
orang-orang yang berilmu (jugamenyatakan yang demikianitu). TakadaTuhan (yang
berhakdisembah) melainkanDia, Yang Maha Perkasa lagiMahaBijaksana.”.
c. Qs AzZumarayat:9
أَمَّنۡ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيۡلِ سَاجِدٗا وَقَآئِمٗا يَحۡذَرُ ٱلۡأٓخِرَةَ وَيَرۡجُواْ رَحۡمَةَ رَبِّهِۦۗ قُلۡ هَلۡ يَسۡتَوِي ٱلَّذِينَ يَعۡلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٩
“Katakanlah, apakahsamaantara orang yang
mengetahuidengan orang yang tidaktahu.”
Kesimpulan
Ilmu berasal
dari kata علم- يعلم- علما yang
artinya mengetahui, lawan dari kata جهلyang artinya bodoh.
Ilmu
pengetahuan adalah terjemahan dari kata bahasa Inggris, Science, yang berarti
pengetahuan. Kata science itu sendiri berasal dari bahasa Yunani Scientia yang
berarti pengetahuan. Namun pengertian yang umum digunakan ilmu pengetahuan
adalah himpunan pengetahuan manusia yang dikumpulkan melalui proses pengkajian
dan dapat diterima oleh rasio.
Imam Raghib al-
Ashfahani dalm kitabnya, Mufradat Al –Qur’an, berkata, “ ilmu adalah mengetahui
sesuatu sesuai dengan hakikatnya. Iaterbagidua: pertama, mengetahi inti
sesuatuitu (olehahlilogikadinamakanahlitashawwur). Kedua, menghukumadanya
sesuatu padasesuatu yang ada (olehahli logikadinamakantashdiq,
maksudnyamengetahuihubungansesuatudengansesuatu).”
Az-ZubaidiberkatadalamkamusTajul-‘Arus,
“Mayoritasahlimembedakanmasing-masing term itu. Bagimerekailmuadalah yang
paling tinggikarenailmuitulah yang
merekaperkenankanuntukdinisbatkankepadaallahswt. Sementara, merekatidakmengatakan:
‘Allah arif’ atau ‘Allah syair’. Perbedaan-perbedaaantersebutdisebutdalamkarangan-karanganahlibasaha.
Al Manawi dalam kitab At-taufiq berkata , “ ilmu adalah keyakinan kuat yang
tetap sesuai dengan realita. Bisa juga bersifat yang membuat perbedaan tanpa
kritik. Atau, ilmu adalah tercapainya bentuk sesuatu dalam akal.”
Menuntut ilmu
adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk merubah tingkah laku dan
perilaku kearah yang lebih baik,karena pada dasarnya ilmu menunjukkan jalan
menuju kebenaran dan meninggalkan kebodohan.
Seseorang harus
memulai dengan ilmu sebelum beramal.Maksud dari beramal adalah melakukan
kegiatan atau melakukan suatu pekerjaan. Dalam melakukan pekerjaan manusia
dituntut mengetahui ilmunya dari pekerjaan tersebut. Karena dengan
mengetahui ilmunya pekerjaan akan lebih terarah dan tidak berantakan.
Perintahmenuntutilmutidak di
bedakanantaralaki-lakidanperempuan. Hal yang paling di
harapkandarimenuntutilmuialahterjadinyaperubahanpadadiriindividukearah yang
lebihbaikyaituperubahantingkahlaku, sikapdanperubahanaspek lain yang
adapadasetiapindividu. Allah SWT membedakanantara orang yang berilmudan orang
yang jahil.Keduanyatidaksama. Terlepasdarisubstansiilmupengetahuan, yang
terpentingadalahantara orang yang berilmudengan orang yang
bodohjelastidaklahsama.Sepertihalnyaantara orang yang butadan orang yang
melihat,kegelapandancahaya, orang yang hidupdanamati, manusiadanhewan,
sertaantarapenghuni surge danpenghunineraka.
Pendengaran,
penglihatan dan hati atau akal adalah merupakan perangkat atau alat untuk
menuntut ilmu. Perangkat ilmu yang Allah berikan kepada manusia merupakan
sebuah potensi yang tiada ternilai harganya, dengan penglihatan, pendengaran
dan hati (akal) manusia mampu menggali ilmu. Karena kemampuannya menalar dan mempunyai
bahasa untuk mengkomunikasikan hasil pemikiran yang abstrak..
Pengetahuan itu
diperoleh manusia bukan hanya dengan penalaran, melainkan juga dengan kegiatan
berfikir lainnya, dengan perasaan dan intuisi. Lain halnya dengan hewan yang
tidak memiliki potensi tersebut karena hewan tidak mampu berbuat seperti apa
yang dapat dicapai oleh manusia. Maka sangat beralasan jika Allah memerintahkan
manusia untuk menggali lautan ilmu-Nya.
Seberapapun
tingginya ilmu dan pengetahuan manusia, hanyalah merupakan sebagian kecil saja
dari ilmu Allah. Namun kesempatan untuk memperoleh sebagian-sebagian dari ilmu
Allah yang lain tetaplah ada selama manusia mempunyai kemauan, kemampuan dan
usaha.
Dalam mencari
ilmu pengetahuan, hendaklah yang dapat memberikan manfaat bagi kebaikan di
dunia dan di akhirat baik untuk diri kita sendiri maupun untuk orang
lain.Mengajarkan ilmu kepada orang lain merupakan sadaqoh, sesuai dengan sabda
Nabi,
Selagi ada
kesempatan untuk mencari ilmu dan sebelum Allah mencabut atau mengangkat ilmu
dari manusia, maka carilah ilmu sebanyak-banyaknya untuk kita manfaatkan serta
kita amalkan di jalanNya. Sebab ilmu yang bermanfaat merupakan salah satu amal
jariyah yang tak akan terputus.
Rosulullah
selalu antusias dalam menyebut ilmu dan orang-orang yang mempelajarinya dengan
gigih. Rosulullah selalu menyerukan kepada semua kaum muslimin untuk
mempelajari berbagai macam ilmudan mengajarkannya kepada manusia. Untuk itusebagaiumat-Nya
yang berimanhendaknyakitasenantiasamenuntutilmudengansungguhsungguhdansemogailmu
yang kitaperoleh bisa menyelamatkankita di dunia dan di akhiratkelak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar