Rabu, 14 Juni 2017

KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU


KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU
Disusun guna memenuhi salah satu tugas matakuliah
Study Tafsir Al-Qur’an
Dosen Pengampu: Abdullah Ma’sum,Alh.,S.Pd.I







Oleh :
Kuwat Syaifuddin (2015010026)
PAI 4E

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN (UNSIQ)
JAWA TENGAH DI WONOSOBO
2017

KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU
Menuntutilmumerupakanperintahlansungdari Allah. Karena orang yang menuntutilmuakandiangkatderajatnyaoleh Allah beberapaderajat.
1.      Firman Allahdalam QS. Al-Mujadalahayat 11
يَٰٓأَيُّهَاٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَكُمۡ تَفَسَّحُواْ فِي ٱلۡمَجَٰلِسِ فَٱفۡسَحُواْ يَفۡسَحِ ٱللَّهُ لَكُمۡۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُواْ فَٱنشُزُواْ يَرۡفَعِ ٱللَّهُٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ ١١
"Wahai orang-orang yang beriman!Apabiladikatakankepadamu,"Berilahkelapangandidalammajelis, makalapangkanlah, niscaya Allah akan  memberkelapanganuntukmu. Dan apabiladikatakanberdirilah  kamu, makaberdirilah, niscaya Allah akanmengangkatderajat orang-orang yang berimandiantarakamudan orang-orang yang berilmubeberapaderajat". Q.S Al-Mujadalahayat 11.
2.      Hadist-haditspendukung:
عَنْ انسٍ اِبْنُ مَا لِكٍ قَالَ رَسُوْ ل اللّه عَلَيْهِ و سَلَم طَلَبُ العِلْمِ فَرِ يْضَةً عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وو ضِعً العِلْمِ عِنْدَ غَيْرُ أهْلِهِ كمُقِلدِ الحنَا زِ يْدِ لجَوْ هَرَو للؤ لؤوَالذهَبَ
"Dari Anas bin Malik iaberkata, Rasulullah saw, bersabda: Mencariilmuituwajibbagisetiapmuslim, memberikanilmukepada orang yang bukanahlinyaseperti orang yang mengalungibabidenganpermata, mutiara, atauemas" HR.IbnuMajah.1
Orang yang menuntutilmuakanmemperolehpahalaseperti orang yang berrjihad.halinisesuaidengansabdarasulullahsaw : 


مَنْ محرَجَفِى طلبُ لعِلمِ فَهُوَ قِي سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْ جِعَ
"Orang keluaruntukmencariilmumakaiaberadadijalan Allah sehinggaiakembali kerumahnya"2
Menuntutilmumempunyaikeutamaanlebihbaikdaripadasholatseratusrakaat. Hal inisesuaisabdaRasulullah saw kepada Abu Zarsebagaiberikut :
يَا أبَاذرٍّ, لأِنْ تَغْدَ وْا فثعَلمَ ايَة مِنْ كِتَابِ اللّهِ خيْرُ لكَ مِنْ انْ تَصَلي مِا ئة رَكعَةٍ
"Wahai Abu Zar, keluarmudarirumahpadapagihariuntukmempelajarisatuayatdarikitab Allah, itulebihbaikdaripadaengkaumengerjakansholatseratusrakaat. HR.Ibnu Majah3
Orang yang sukamencari  ilmuakandimudahkanjalannyamenuju surge dandinaungioleh para malaikat, sebagaimanasabdaRasulullah saw :
مَنْ سَلَكَ طَرِ يْقَ يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمً سَهَّلَ اللّه بِهِ طَرِ يْقَل إِلاَ لجَنَّة
Barangsiapamenempuhjalanuntukmencariilmu, Allah akanmemudahkanbaginyajalankesurga, sesungguhnya para malaikatmenaungkansayap-sayapnyakepada orang yang menuntutilmukarenasenangterhadapapa yang diperbuat"4
Diantarakeutamaan orang yang berilmudanmaumengajarkanilmunyaadalahpahalaakanterusmengalirmeskipuniatelahmeninggaldunia. Makajangansampaikitamenyia-nyiakanperkara yang besarini.
Dari Abu Hurairah, Rasulullahshalallahualaihiwassalambersabda,
اِذَا مَا ت الإِ نسَا نُ انقَطعَ عَمَله إلا مِنْ ثلا ثةٍ وَ عِلمٍ يُنْتَفْعُ بهِ وَوَ لدٍ صَا لح يَدْ عُوْ له
"Jikaseorangmanusiamatimakaterputuslahdarinyaamalnyakecualitigahal, darisedekahjariyah, atauilmu yang diambilmanfaatnya, atauanakshalih yang mendoakannya." (HR. Muslim no. 1631)5

3.      Ayat-ayat yang berhubungandengan QS. Al-Mujadalahayat 11
a.      QS. At-Taubahayat :122
۞وَمَا كَانَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لِيَنفِرُواْ كَآفَّةٗۚ فَلَوۡلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرۡقَةٖ مِّنۡهُمۡ طَآئِفَةٞ لِّيَتَفَقَّهُواْ فِي ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُواْ قَوۡمَهُمۡ إِذَا رَجَعُوٓاْ إِلَيۡهِمۡ لَعَلَّهُمۡ يَحۡذَرُونَ ١٢٢
"Dan tidaksepatutnya orang-orang mukminitusemuanyapergikemedanperang, mengapasebagiandiantaramerekatidakpergiuntukmemperdalamilmupengetahuan agama merekadanuntuk member peringatankepadakaumnyaapabilamerekatelahkembali, agar merekadapatmenjagadirinya " 

b.      Qs Ali Imraanayat :18

شَهِدَٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَأُوْلُواْ ٱلۡعِلۡمِ قَآئِمَۢا بِٱلۡقِسۡطِۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡعَزِيزُٱلۡحَكِيمُ ١٨

 “Allah menyatakanbahwasanyatidakadaTuhan (yang berhakdisembah) melainkanDia, Yang menegakkankeadilan. Para malaikatdan orang-orang yang berilmu (jugamenyatakan yang demikianitu). TakadaTuhan (yang berhakdisembah) melainkanDia, Yang Maha Perkasa lagiMahaBijaksana.”.

c.       Qs AzZumarayat:9

أَمَّنۡ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيۡلِ سَاجِدٗا وَقَآئِمٗا يَحۡذَرُ ٱلۡأٓخِرَةَ وَيَرۡجُواْ رَحۡمَةَ رَبِّهِۦۗ قُلۡ هَلۡ يَسۡتَوِي ٱلَّذِينَ يَعۡلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٩

 

 “Katakanlah, apakahsamaantara orang yang mengetahuidengan orang yang tidaktahu.”
Kesimpulan
Ilmu berasal dari kata علم- يعلم- علما  yang artinya mengetahui, lawan dari kata جهلyang artinya bodoh.
Ilmu pengetahuan adalah terjemahan dari kata bahasa Inggris, Science, yang berarti pengetahuan. Kata science itu sendiri berasal dari bahasa Yunani Scientia yang berarti pengetahuan. Namun pengertian yang umum digunakan ilmu pengetahuan adalah himpunan pengetahuan manusia yang dikumpulkan melalui proses pengkajian dan dapat diterima oleh rasio.
Imam Raghib al- Ashfahani dalm kitabnya, Mufradat Al –Qur’an, berkata, “ ilmu adalah mengetahui sesuatu sesuai dengan hakikatnya. Iaterbagidua: pertama, mengetahi inti sesuatuitu (olehahlilogikadinamakanahlitashawwur). Kedua, menghukumadanya  sesuatu  padasesuatu yang ada (olehahli logikadinamakantashdiq, maksudnyamengetahuihubungansesuatudengansesuatu).”
Az-ZubaidiberkatadalamkamusTajul-‘Arus, “Mayoritasahlimembedakanmasing-masing term itu. Bagimerekailmuadalah yang paling tinggikarenailmuitulah yang merekaperkenankanuntukdinisbatkankepadaallahswt. Sementara, merekatidakmengatakan: ‘Allah arif’ atau ‘Allah syair’. Perbedaan-perbedaaantersebutdisebutdalamkarangan-karanganahlibasaha.
     Al Manawi dalam kitab At-taufiq berkata , “ ilmu adalah keyakinan kuat yang tetap sesuai dengan realita. Bisa juga bersifat yang membuat perbedaan tanpa kritik. Atau, ilmu adalah tercapainya bentuk sesuatu dalam akal.”
Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk merubah tingkah laku dan perilaku kearah yang lebih baik,karena pada dasarnya ilmu menunjukkan jalan menuju kebenaran dan meninggalkan kebodohan.
Seseorang harus memulai dengan ilmu sebelum beramal.Maksud dari beramal adalah melakukan kegiatan atau melakukan suatu pekerjaan. Dalam melakukan pekerjaan manusia dituntut mengetahui ilmunya  dari pekerjaan tersebut. Karena dengan mengetahui ilmunya pekerjaan akan lebih terarah dan tidak berantakan.
Perintahmenuntutilmutidak di bedakanantaralaki-lakidanperempuan. Hal yang paling di harapkandarimenuntutilmuialahterjadinyaperubahanpadadiriindividukearah yang lebihbaikyaituperubahantingkahlaku, sikapdanperubahanaspek lain yang adapadasetiapindividu. Allah SWT membedakanantara orang yang berilmudan orang yang jahil.Keduanyatidaksama. Terlepasdarisubstansiilmupengetahuan, yang terpentingadalahantara orang yang berilmudengan orang yang bodohjelastidaklahsama.Sepertihalnyaantara orang yang butadan orang yang melihat,kegelapandancahaya, orang yang hidupdanamati, manusiadanhewan, sertaantarapenghuni surge danpenghunineraka.
Pendengaran, penglihatan dan hati atau akal adalah merupakan perangkat atau alat untuk menuntut ilmu. Perangkat ilmu yang Allah berikan kepada manusia merupakan sebuah potensi yang tiada ternilai harganya, dengan penglihatan, pendengaran dan hati (akal) manusia mampu menggali ilmu. Karena kemampuannya menalar dan mempunyai bahasa untuk mengkomunikasikan hasil pemikiran yang abstrak..
Pengetahuan itu diperoleh manusia bukan hanya dengan penalaran, melainkan juga dengan kegiatan berfikir lainnya, dengan perasaan dan intuisi. Lain halnya dengan hewan yang tidak memiliki potensi tersebut karena hewan tidak mampu berbuat seperti apa yang dapat dicapai oleh manusia. Maka sangat beralasan jika Allah memerintahkan manusia untuk menggali lautan ilmu-Nya.
Seberapapun tingginya ilmu dan pengetahuan manusia, hanyalah merupakan sebagian kecil saja dari ilmu Allah. Namun kesempatan untuk memperoleh sebagian-sebagian dari ilmu Allah yang lain tetaplah ada selama manusia mempunyai kemauan, kemampuan dan usaha.
Dalam mencari ilmu pengetahuan, hendaklah yang dapat memberikan manfaat bagi kebaikan di dunia dan di akhirat baik untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain.Mengajarkan ilmu kepada orang lain merupakan sadaqoh, sesuai dengan sabda Nabi,
Selagi ada kesempatan untuk mencari ilmu dan sebelum Allah mencabut atau mengangkat ilmu dari manusia, maka carilah ilmu sebanyak-banyaknya untuk kita manfaatkan serta kita amalkan di jalanNya. Sebab ilmu yang bermanfaat merupakan salah satu amal jariyah yang tak akan terputus.
Rosulullah selalu antusias dalam menyebut ilmu dan orang-orang yang mempelajarinya dengan gigih. Rosulullah selalu menyerukan kepada semua kaum muslimin untuk mempelajari berbagai macam ilmudan mengajarkannya kepada manusia. Untuk itusebagaiumat-Nya yang berimanhendaknyakitasenantiasamenuntutilmudengansungguhsungguhdansemogailmu yang kitaperoleh bisa menyelamatkankita di dunia dan di akhiratkelak.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar