Senin, 12 Juni 2017

SHALAT

 MAKALAH
SHALAT
Makalah ini di susun guna memenuhi tugas mata kuliah Studi Tafsir Tarbawi yang diampu oleh Bapak Abdullah Ma’sum, Alh, S.Pd.I






                                      
                                                            Disusun oleh :
                                                            Chanifah

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
UNIVERSITAS SAINS AL-QURAN (UNSIQ)
JAWA TENGAH DI WONOSOBO
 2017


                                   
                                                            SHALAT

Allah swt berfirman:




Artinya:  Maka dirikanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya salat itu adalah fardhu yang di tentukan waktu-waktunya atas orang-orang yang beriman (An-nisa:103)

اِنّ الصّلاَةِتَنْهي عَنِ الفحْشاَءِوالْمنْكَر

Artinya:  “Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar”.(QS. Al-ankabut:45)
Shalat adalah kewajiban yang harus di penuhi oleh setiap orang islam yang telah baligh. Hukumnya adalah fardhu ain, yakni suatu kewajiban yang di berikan bagi setiap muslim. Selama ia masih dapat menghirup udara, selama itu pula kewajiban shalat masih melekat pada dirinya.
Rasulullah saw bersabda:
اَوَّلُ ماَيُحاَسِبُ عَلَيْهِ الْعَبْدُيَوْمَالءقِيَامَةِالصَلاَةُ،فاَءِن صَلُحَتْ صَلُحَ ساَئِرُعَمَلِهِ،وَاِنْ فَسَدَتْ فَسَدَتْ فَسَدَ ساَئِرُعَمَلِه
Artinya:  “Dari abdullah bin qurth RA.berkata: telah bersabda rasulullah saw: Amalan-amalan yang mula-mula di hisab dari seorang hamba pada hari kiamat ialah shalat. Jika shalatnya baik maka baik pula seluruh amalannya. Dan jika shalatnya jelek maka jelek pula seluruh amalannya”(HR. Thabrani)

رَأْسُ اْلاَمْرِاْلاِسْلاَمُ، وَعَمُوْدُهُ الصَّلاَةُ، وَذِرْوَةُسَناَمِهِ الْجِهَادُ في سَبِيْلِ اللّهِ
Artinya: “ Pokok urusan ialah islam sedangkan tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah berjuang di jalan allah”

Rasulullah bersabda
بَيْنَ الْعَبْدِوَبَيْنَ الْكُفْرِوَالاِيْماَنِالصَّلاَةُفَاِذاَتَرَكَهاَفَقَدْاَشْرَكَ
Artinya: “pemisah antara seorang hamba dengan kekufuran dan keimanan adalah shalat. Apabila dia meninggalkannya, maka dia melakukan kesyirikan.” (HR. Athobariy)

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشَّرْكِ وَالْكُفْرِتَرْكُ الصَّلاَةِ
Artinya :” (pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah mennggalkan shalat” (HR. Muslim)

الْعَهْدُاللَّذِى بَيْنَناَوَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُفَمَنْ تَرَكَهاَ فَقَدْكَفَرَ
Artinya: “Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya maka dia telah kafir.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, An-Nasai)







Kesimpulan
            Secara lughowi (bahasa), shalat berasal dari kata arab shalla-yushalli-shalatan yang
mengandung makna doa atau pujian. Sedangkan menurut istilah syara’ ialah beberapa ucapan dan pekerjaan yang di mulai dengan takbir dan di akhiri dengan salam dan dengan syarat-syarat yang tertentu. Salat adalah tiang agama islam karena yang membedakan islamnya seseorang dengan yang lain adalah salat.siapa yang mendirikannya berarti ia mendirikan agamanya, dan siapa yang meninggalkannya berarti telah ia merobohkan agamannya.
            Asal-usu salat,yang di maksud ialah mengenai waktu yang di syariatkannya salat. Pada mulanya, salat di syariatkan sebanyak lima puluh kali, kemudian di peringan hingga menjadi lima kali salat, sebagaimana yang di jelaskan dalam bab mi’raj.
            Kefardhuan salat, yang di maksud ialah nash-nash yang menjelaskan tentang kefardhuan salat. Salat termasuk perkara agama yang telah di maklumi secara darurat, karena itu kafirlah orang yang mengingkarinya.
            Keutamaan salat, yang di maksud ialah mengenai nash-nash yang menunjukkan keutamaan dan keistimewaan salat.
            Dirikanlah solat oleh kalia, perintah yang terkandung pada ayat ini perintah wajib, karena itu bermakna bahwa solat adalah fardhu.
            Kaanat, salat itu sampai sekarang masih tetap berlangsungsebagai kewajiban yang telah di tentukan waktu-waktunya bagi orang mukmin.Kalimat itu mengandung makan bahwa salat itu merupakan fardhu yang harus di kerjakan pada waktunya masing-masing.
            Lafadz assalat dalam ayat yang kedua bermakna, bahawa salat yang di perintahkan oleh syariat ialah salat yang di kerjakan memenuhi persyaratannya dan rukun-rukunnya, serta di jalankan secara tulus ikhlas karena allah swt semata.
            Sesungguhnya salat itu mencegah pelakunya dari berbagai macam perbuatan keji dan mungkar. Hal ini merupakan keistimewaan yang bersifat general bagi salat, yaitu meluruskan akhlak, alangkah besarnya keistimewaan salat itu. Termasuk di antara keistimewaan lain bagi salat ialah dapat memelihara kesehatan tubuh. Menurut suatu pendapat mengatakan, bahwa barang siapa yang memelihara salat niscaya ia akan selamat dari penyakit punggung dan pengerasan pada urat-urat. Karena sesungguhnya salat itu mengandung gerakan bagi semua bagian tubuh. Sehingga di katakan bahwa otot-otot yang kecil tidak dapat di gerakkan dengan gerakan tubuh apapun kecuali hanya dengan meletakkan ke tujuh  anggota tubuh ke tanah sewaktu bersujud. Pada kenyataannya salat itu merupakan keselamatan bagi orang yang bersangkutan dari segala penyakit yang di timbulkan karena kurang bergerak atau tidak pernah bergerak sama sekali, seperti penyakit kegemukan yang banyak di derita oleh para ibu rumah tangga.
            Menurut para ahli tasawuf, salat merupakan upaya menghadapkan hati kepada allah hingga menumbuhkan rasa takut dan tunduk kepadanya, serta menumbuhkan kesadaran akan keagungan, kebesaran, serta kesempurnaan kuasanya.
            Salat merupakan ibadah istimewa yang di syariatkan umat islam. Istimewa karena di terima langsung oleh Nabi Muhammad SAW dari Allah  Azza Wa Jalla. Selain itu, salat merupakan amalan yang di syariatkan hanya untuk umat Muhammad. Lebih istimewa lagi, karaena salat merupakan media komunikasi yang canggih bagi seorang hamba kepada allah. Dengan salat ia bisa menundukkan jiwa dan raganya di hadapan sang mahaperkasa. Dengan shalat ia dapat merasakan betapa keagungan dan kekuasaan nya meliputi segala ciptaannya.
            Shalat merupakan amal ibadah yang memegang peranan sangat vital dalam proses pengabdian  seorang hamba kepada tuhannya. Shalat merupakan amalan yang kelak akan di hisab pertama kali di akhirat, jika baik report salatnya, maka baik pula amal ibadahnya yang lain. Jika buruk raportnya, maka buruk pula amal ibadahnya yang lain. Oleh sebab itu, salat memiliki peranan dan posisi yang sangat penting dalam islam. Hal itu dapat terlihat dari berbagai aspek, di antaranya:
1.      Sebagai tiang agama
2.      Ibadah yang pertama kali di wajibkan, dan perintahnya langsung di terima oleh rasul SAW. Tanpa perantara
3.      Wasiat terakhir yang diamanatkan rasul untuk umatnya
4.      Amalan yang pertama kali di hisab di akhirat
5.      Dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar
           




Tidak ada komentar:

Posting Komentar