Selasa, 13 Juni 2017

QONAAH


TUGAS AKHIR SEMESTER
Tugas ini disusun guna memenuhi tugasmata kuliah Tafsir tarbawiyyangdiampu oleh, Abdullah Ma’sum, Alh., S.Pd.I
Zaqi (2015010206)

QONA’AH
Qonaah menurut bahasa, berarti merasa cukup dengan keputusan Allah SWT. Adapaun menurut istilah, qonaah mempunyai pengertian sifat dan sikap hidup merasa cukup dengan apa yang telah dimilikinya sehingga mampu menjauhkan diri dari sifat kekurangan.
1.    Firman Allah SWT :
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْبِشَيْءٍمِّنَالْخَوفْوَالْجُوعِوَنَقْصٍمِّنَالأَمَوَالِوَالأنفُسِوَالثَّمَرَاتِوَبَشِّرِالصَّابِرِينَ
Artinya : “ Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. ” ( QS. Al Baqarah 155 )
2.    HADIST PENDUKUNG
1)      dari ’Abdullah bin ’Amr bin Al ’Ash, Rasulullahshallallahu ’alaihiwasallambersabda :
عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عُمَرَ،قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،قَدْاَفْلَحَ مَنْ اَسْلَمَ وَرَزِقَ كَفَافًاوَقَنَعَهُ اللهِ بِمَااَتَاهُ
Sungguhberuntung orang yang diberipetunjukdalam Islam, diberirizki yang cukup, danqana’ah (merasacukup) denganrizkitersebut.” (HR. IbnuMajah no. 4138, Syaikh Al Albanimengatakanbahwahaditsinishahih).
2)      Dalam bab yang sama pada Sunan Ibnu Majah disebutkan pula hadits,
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ . قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ « عَلَيْكُمْ »
”Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa  sallam bersabda, ”Lihatlah pada orang yang berada di bawah kalian dan janganlah perhatikan orang yang berada di atas kalian. Lebih pantas engkau berakhlak seperti itu sehingga engkau tidak meremahkan nikmat yang telah Allah an          ugerahkan -kata Abu Mu’awiyah- padamu.” (HR. Ibnu Majah no. 4138, shahih kata Syaikh Al Albani).
3)      Disebutkan pula hadits Abu Hurairah berikut,
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم « لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ »
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Yang namanya kaya bukanlah dengan memiliki banyak harta, akan tetapi yang namanya kaya adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446, Muslim no. 1051, Tirmidzi no. 2373, Ibnu Majah no. 4137). Ghina nafs dalam hadits ini yang dimaksud adalah tidak pernah tamak pada segala hal yang ada pada orang lain.

4)      Untuk tercapainya qonaah perlu adaya berdo’a :
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,
أنَّ النبيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يقول :  اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca do’a: “Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat ‘afaf dan ghina.” (HR. Muslim no. 2721)
5)      Bila qona’ah dimiliki oleh seseorang niscaya kebahagiaan dunia akan dinikmati dan kebahagiaan akhirat akan tercapai,
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya yang diriwayatkan oleh Thabrani:
اَلْقَنَاعَةُ كَنْزٌ لاَيَفْنى
Artinya: “Qona’ah itu adalah simpanan yang tak akan pernah lenyap”
3. Ayat-ayat yang berhubungandengan Qona’ah ( QS. Al Baqarah 155 ).
فَإِذَا مَسَّ الإنْسَانَ ضُرٌّ دَعَانَا ثُمَّ إِذَا خَوَّلْنَاهُ نِعْمَةً مِنَّا قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لا يَعْلَمُونَ
Artinya ;"Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya ni'mat dari Kami ia berkata:"Sesungguhnya aku diberi ni'mat itu hanyalah karena kepintaranku". Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui" (Q.S Azumar; 49)
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيد
“Sesungguhnyajikakamubersyukur, pasti Kami akanmenambah (nikmat) kepadamu, danjikakamumengingkari (nikmat-Ku), makasesungguhnyaazab-Ku sangatpedih.” (Q.S. Ibrahim - 7).
sebenarnya rezeki sudah diatur oleh Allah SWT.
Firman Allah SWT :
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ
Artinya “ Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh). QS. Hud : 6

4. KESIMPULAN DAN PENJELASAN
Qonaah adalah sesuatu yang sangat berat untuk dilakukan, kecuali bagi siapa yang diberikan taufik dan petunjuk serta dijaga oleh Allah dari keburukan jiwa, kebakhilan dan ketamakannya. Karena manusia diciptakan dalam keadaan memiliki rasa cinta terhadap kepemilikan harta,
Seseorang yang bersifat qonaah ialah orang yang berjiwa besar dan bersemangat dalam setiap usaha yang dilakukannya untukmencapai apa yang dicita – citakannya,Orang yang mempunyai sifat qonaah selalu berlapang dada, berhati tentram, merasa kecukupan, dan bebas dari keserakahan. Sebab pada hakikatnya kekayaan atau kemiskinan terletak pada hati, bukan pada harta benda yang berhasil dicari dan dikumpulkan
Ø  Perilaku yang qonaah :
a)          Mensyukuri setiap nikmat yang diberikan Allah swt.
b)         Tidak merasa iri atas keberhasilan orang lain.
c)          Berfikir positif dalam menerima ujian dan cobaan dari Allah swt.
d)         Dapat hidup sesuai dengan kebutuhan.
e)          Tidak mudah putus asa.
Ø  Fungsi Qona’ah
a.         Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah.
b.        Terhindar dari sifat tamak dan dengki.
c.         Terhindar dari rasa khawatir akan kekurangan.
d.        Memupukjiwasabardabntawakal
e.         Membiasakan diri berpola hidup sederhana sesuai dengan ajaran Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar