MAKALAH
MANFAAT
PUASA
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas matakuliah Studi Tafsir Tarbawi
Dosen Pengampu Abdullah
Maksum, Alh. S. Pd.I
![]() |
Oleh :
Khaerul Latif
PROGAM STUDI PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
UNIVERSITAS
SAINS AL-QURAN (UNSIQ)
JAWA
TENGAH DI WONOSOBO
2017
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. atas
berkah rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan
makalah Studi Tafsir
Tarbawi yang berjudul “Manfaat Puasa Bagi Tubuh” ini dengan
baik. Sholawat serta salam tak lupa kami
haturkan kepadaNabi Muhammad SAW yang kita nantikan syafaatnya kelak.
Kami menyadari
bahwa dalam penyusunan
makalah ini masih
jauh dari sempurna, baik dari segi penyusunan, bahasan, ataupun
penulisannya. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya
membangun, khususnya dari dosen mata kuliah guna menjadi acuan dalam bekal
pengalaman bagi kami untuk lebih baik
dimasa yang akan datang.
Akhir kata, kami sampaikan
terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah
ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai
segala usaha kita. Amin.
Wassalamu’alaikumWr. Wb.
Wonosobo, 09 Juni
2017
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Islam adalah agama yang dibawa Nabi akhir zaman, Muhammad bin Abdillah sebagai
penutup dari risalah sebelumnya. Allah SWT. Telah membawa banyak ajaran bagi
kehidupan dan eksistensinya. Dianatara ajaran yang paling mendasar dari
wejangan tersebut adalah puasa yang secara kasat mata hal ini memberatkan bagi
ummat manusia tetapi kalau kita tinjau ulang ada banyak hal yang
terkandung didalamnya yang akan mengantarkan manusia pada taraf kehidupan yang
lebih baik dalam tatanan personal atau masyarakat social.
B.
Ruang lingkup masalah
1.
Menjelaskan arti puasa
2. Menemukan hikmah di balik puasa
C. Tujuan Penulisan
1.
Memberikan penjelasan tentang manfaat puasa.
BAB II
PEMBAHASAN
Puasa ialah menahan diri dari
makan, minum dan bersenggama mulai dari terbit fajar yang kedua sampai
terbenamnya matahari. Firman Allah Ta 'ala:
"
…….dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam,
yaitu fajar.Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam ...
"(Al-Baqarah: 187),
Puasa Ramadhan wajib dikerjakan
setelah terlihatnya hilal, atau setelah bulan Sya'ban genap 30 hari. Puasa
Ramadhan wajib dilakukan apabila hilal awal bulan Ramadhan disaksikan seorang
yang dipercaya, sedangkan awal bulan-bulan lainnya ditentukan dengan kesaksian
dua orang yang dipercaya. Puasa Ramadhan diwajibkan atas setiap muslim yang
baligh (dewasa), aqil (berakal), dan mampu untuk berpuasa.
Adapun syarat-syarat wajibnya puasa
Ramadhan ada empat, yaitu Islam, berakal, dewasa dan mampu. Sedangkan anak
kecil para ulama mengatakan Anak kecil disuruh berpuasa jika kuat, hal ini
untuk melatihnya, sebagaimana disuruh shalat pada umur 7 tahun dan dipukul pada
umur 10 tahun agar terlatih dan membiasakan diri.
Syarat-syarat
sahnya puasa ada enam :
Islam
: tidak sah puasa orang kafir sebelum masuk Islam.
Akal
: tidak sah puasa orang gila sampai kembali berakal.
Tamyiz
: tidak sah puasa anak kecil sebelum dapat membedakan (yang balk dengan yang
buruk).
Tidak
haid : tidak sah puasa wanita haid, sebelum berhenti haidnya.
Tidak
nifas : tidak sah puasa wanita nifas, sebelum suci dari nifas.
Niat
: dari malam hari untuk setiap hari dalam puasa wajib. Hal ini didasarkan pada
sabda Nabi : "Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum
fajar, maka tidak sah puasanya. " (HR.Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa'i
dan At-Tirmidzi. Ia adalah hadits mauquf menurut At-Tirmidzi.
Dan
hadits ini menunjukkan tidak sahnya puasa kecuali diiringi dengan niat sejak
malam hari, yaitu dengan meniatkan puasa di salah satu bagian malam.
B.
MANFAAT PUASA
Puasa memiliki beberapa manfaat, ditinjau dari segi
kejiwaan, sosial dan kesehatan, di antaranya:
Beberapa manfaat, puasa secara
kejiwaan adalah puasa membiasakan kesabaran, menguatkan kemauan, mengajari dan
membantu bagaimana menguasai diri, serta mewujudkan dan membentuk ketaqwaan
yang kokoh dalam diri, yang ini merupakan hikmah puasa yang paling utama.
Firman
Allah Ta 'ala :
"Hai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. " (Al-Baqarah: 183)
Dalam kesempatan ini, kami
mengingatkan kepada para saudaraku kaum muslimin yang suka merokok.
Sesungguhnya dengan cara berpuasa mereka bisa meninggalkan kebiasaan merokok
yang mereka sendiri percaya tentang bahayanya terhadap jiwa, tubuh, agama dan
masyarakat, karena rokok termasuk jenis keburukan yang diharamkan dengan nash
Al-Qur'anul Karim. Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah
akan menggantinya dengan yang lebih balk. Hendaknya mereka tidak berpuasa
(menahan diri) dari sesuatu yang halal, kemudian berbuka dengan sesuatu yang
haram, kami memohon ampun kepada Allah untuk kami dan untuk mereka.
Termasuk manfaat puasa secara
sosial adalah membiasakan umat berlaku disiplin, bersatu, cinta keadilan dan
persamaan, juga melahirkan perasaan kasih sayang dalam diri orang-orang beriman
dan mendorong mereka berbuat kebajikan.
Sebagaimana
ia juga menjaga masyarakat dari kejahatan dan kerusakan.
·
Sedang di antara manfaat puasa ditinjau dari segi
kesehatan adalah membersihkan usus-usus, memperbaiki kerja pencernaan,
membersihkan tubuh dari sisa-sisa dan endapan makanan, mengurangi kegemukan dan
kelebihan lemak di perut.
·
Termasuk manfaat puasa adalah mematahkan nafsu. Karena
berlebihan, balk dalam makan maupun minum serta menggauli isteri, bisa
mendorong nafsu berbuat kejahatan, enggan mensyukuri nikmat serta mengakibatkan
kelengahan.
·
Di antara manfaatnya juga adalah mengosongkan hati
hanya untuk berfikir dan berdzikir. Sebaliknya, jika berbagai nafsu syahwat itu
dituruti maka bisa mengeraskan dan membutakan hati, selanjutnya menghalangi
hati untuk berdzikir dan berfikir, sehingga membuatnya lengah. Berbeda halnya
jika perut kosong dari makanan dan minuman, akan menyebabkan hati bercahaya dan
lunak, kekerasan hati sirna, untuk kemudian semata-mata dimanfaatkan untuk
berdzikir dan berfikir.
·
Orang kaya menjadi tahu seberapa nikmat Allah atas
dirinya. Allah mengaruniainya nikmat tak terhingga, pada saat yang sama banyak
orang-orang miskin yang tak mendapatkan sisa-sisa makanan, minuman dan tidak
pula menikah. Dengan terhalangnya dia dari menikmati hal-hal tersebut pada
saat-saat tertentu, serta rasa berat yang ia hadapi karenanya. Keadaan itu akan
mengingatkannya kepada orang-orang yang sama sekali tak dapat menikmatinya. Ini
akan mengharuskannya mensyukuri nikmat Allah atas dirinya berupa serba
kecukupan, juga akan menjadikannya berbelas kasih kepada saudaranya yang
memerlukan, dan mendorongnya untuk membantu mereka.
·
Termasuk manfaat puasa adalah mempersempit jalan
aliran darah yang merupakan jalan setan pada diri anak Adam. Karena setan masuk
kepada anak Adam melalui jalan aliran darah. Dengan berpuasa, maka dia aman
dari gangguan setan, kekuatan nafsu syahwat dan kemarahan. Karena itu Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam menjadikan puasa sebagai benteng untuk menghalangi
nafsu syahwat nikah, sehingga beliau memerintah orang yang belum mampu menikah
dengan berpuasa ( Lihat kitab Larhaa'iful Ma'aarif, oleh Ibnu Rajab, hlm. 163)
sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).
C.
TUJUAN PUASA
Tujuan ibadah puasa adalah untuk
menahan nafsu dari berbagai syahwat, sehingga ia siap mencari sesuatu yang
menjadi puncak kebahagiaannya; menerima sesuatu yang menyucikannya, yang di
dalamnya terdapat kehidupannya yang abadi, mematahkan permusuhan nafsu terhadap
lapar dan dahaga serta mengingatkannya dengan keadaan orang-orang yang
menderita kelaparan di antara orang-orang miskin; menyempitkan jalan setan pada
diri hamba dengan menyempitkan jalan aliran makanan dan minuman; puasa adalah
untuk Tuhan semesta alam, tidak seperti amalan-amalan yang lain, ia berarti
meninggalkan segala yang dicintai karena kecintaannya kepada Allah Ta 'ala; ia
merupakan rahasia antara hamba dengan Tuhannya, sebab para hamba mungkin bisa
diketahui bahwa ia meninggalkan hai-hal yang membatalkan puasa secara nyata,
tetapi keberadaan dia meninggalkan hal-hal tersebut karena Sembahannya, maka
tak seorangpun manusiayang mengetahuinya, dan itulah hakikat puasa.]
BAB III
PENUTUP
Dari
beberapa topic bahasan yang telah kami jabarkan, maka dapat kami simpulkan
bahwa puasa bukan hany ritual tahunan saja yang sebatas symbol isklam tapi ada
faedah tersendiri dari puasa itu, yaitu :
Keutamaan Puasa
·
Sedang di antara
manfaat puasa ditinjau dari segi kesehatan adalah membersihkan usus-usus,
memperbaiki kerja pencernaan, membersihkan tubuh dari sisa-sisa dan endapan
makanan, mengurangi kegemukan dan kelebihan lemak di perut.
·
Termasuk manfaat puasa
adalah mematahkan nafsu. Karena berlebihan, balk dalam makan maupun minum serta
menggauli isteri, bisa mendorong nafsu berbuat kejahatan, enggan mensyukuri
nikmat serta mengakibatkan kelengahan.
·
Di antara manfaatnya
juga adalah mengosongkan hati hanya untuk berfikir dan berdzikir. Sebaliknya,
jika berbagai nafsu syahwat itu dituruti maka bisa mengeraskan dan membutakan
hati, selanjutnya menghalangi hati untuk berdzikir dan berfikir, sehingga
membuatnya lengah.
·
Orang kaya menjadi tahu
seberapa nikmat Allah atas dirinya. Allah mengaruniainya nikmat tak terhingga,
pada saat yang sama banyak orang-orang miskin yang tak mendapatkan sisa-sisa
makanan, minuman dan tidak pula menikah.
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar