Senin, 12 Juni 2017

SERUAN UNTUK BERDO'A (Yusuf Hidayatulloh)

SERUAN UNTUK BERDO’A
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah
Tafsir Tarbawi yang diampu oleh:
Abdullah Ma’sum, Alh., S.Pd.I







Disusun Oleh :
Yusuf Hidayatulloh
(2015010007)

PROGAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
UNIVERSITAS SAINS AL-QURAN (UNSIQ)
JAWA TENGAH DI WONOSOBO
2017




SERUAN UNTUK BERDOA
Do’a menurut bahasa arab artinya menyeru, memanggil. Sedangkan menurut istilah Do’a berarti memohon kepada Allah SWT secara langsung untuk memperoleh karunia dan segala yang diridhoi-Nya dan untuk menjauhkan diri dari kejahatan atau bencana yang tidak dikehendaki. Do’a juga dapat diartikan permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada Tuhan.[1]
Ayat yang dikaji
1.      Menurut ajaran Islam, berdo’a termasuk salah satu ibadah dan pengabdian kepada AllahSWT. yang menjadi dasar adalah Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 186
#sŒÎ)ur y7s9r'y ÏŠ$t6Ïã ÓÍh_tã ÎoTÎ*sù ë=ƒÌs% ( Ü=Å_é& nouqôãyŠ Æí#¤$!$# #sŒÎ) Èb$tãyŠ ( (#qç6ÉftGó¡uŠù=sù Í< (#qãZÏB÷sãø9ur Î1 öNßg¯=yès9 šcrßä©ötƒ ÇÊÑÏÈ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku, bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” (Q.S Al-Baqarah 2:186)
Do’a tidak terlepas dari permintaan supaya dilimpahi kebaikan atau supaya dihindarkan dari keburukan atau marabahaya baik yang belum atau sudah terjadi sebab itu Rasulullah SAW bersabda: “Do’a itu bermanfaat baik untuk sesuatu yang sudah turun atau yang belum turun.” (H.R Hakim 6/70: dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih al-Jami’: 5721). Jika kita memperhatikan do’a-do’a Rasulullah SAW, maka kita dapati do’a tersebut tidak lepas dari dua perkara di atas, seperti do’a Rasulullah SAW. “ya Allah anugerahkan kepada kami kebaikan di dunia dan akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (Q.S Al-Baqarah 2:201).
2.      Adapun Fadhilah dan keutamaan berdo’a
a.       Do’a adalah ibadah dan salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT. nabi SAW bersabda “Do’a adalah ibadah.” (HR. Abu Daud no. 1479, At Tirmidzi no. 2969, Ibnu Majah no. 3828 dan Ahmad 4/267: dari An Nu’man bin Basyir).
b.      Do’a adalah sebab untuk mencegah bala bencan.
c.       Do’a itu amat bermanfaat dengan izin Allah. Manfaat do’a ada dalam tiga keadaan sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut, “Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antara kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal .” para sahabat lantas mengatakan, “kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi SAW lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” (HR. Ahmad 3/18 dari Abu Sa’id. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid)
d.      Do’a adalah sebab kuat dan semakin mendapatkan pertolongan menghadapi musuh.
e.       Do’a merupakan bukti benarnya iman dan pengenalan seorang pada Allah baik dalam rububiyah, uluhiyah maupun nama dan sifat-Nya. Do’a seorang manusia kepada Rabbnya menunjukan bahwa ia yakin Allah itu ada dan Allah itu Maha Ghani (Maha Mencukupi), Maha Melihat, Maha Mulia, Maha Pengasih, Maha Mampu, Rabb yang berhak diibadahi semata tidak pada selainnya.
f.       Do’a menunjukan bukti benarnya tawakkal seseorang pada Allah SWT. karena seorang yang berdo’a ketika berdo’a, ia berarti meminta tolong pada Alla. Ia pun berarti menyerahkan urusannya kepada Allah semata tidak pada selain-Nya.
g.      Do’a adalah sebagai peredam murka Allah, Rasululloh SAW. bersabda, “Barangsiapa yang tidak meminta pada Allah, maka Allah akan murka padanya.” (HR Tirmidzi no. 3373. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Hadits yang berhubungan dengan Fadhilah berdo’a
Dari Ahmad dan Ash-Habus Sunan dari Nu’man bin Basyir bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Sesungguhnya berdo’a itu merupakan ibadah, lalu dibacanya ayat yang artinya: “Berdo’alah kamu kepada-Ku sungguh mereka itu akan masuk neraka dalam keadaan hina dina!” (Q.S Al-Mukmin: 60).
Diriwayatkan oleh Abdur Razak dari Hasan: “ Bahwa para sahabat Rasulullah SAW. bertanya kepadanya: ‘Di mana Tuhan kita itu’? Maka Allah pun menurunkan ayat yang artinya: ‘Dan seandainya hamba-hamba-Ku bertanyakan Daku kepadamu, maka sesungguhnya Aku ini Maha Dekat, Aku akan mengabulkan permintaan dari orang yang berdo’a, jika ia berdo’a kepada-Ku.” (Q.S Al-Baqarah: 186).
Diriwayatkan Turmudzi daripadanya bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Siapa yang ingin do’anya dikabulkan Allah Ta’ala dalam bahaya dan kesusahan, hendaklah ia banyak berdo’a dalam kesenangan!”
 Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dari Anas, firman Ilahi yang disampaikan Nabi SAW. dari Allah: “Ada empat perkara: salah satu diantaranya adalah buat-Ku, satu lagi buatmu, satu lagi antaramu dengan hamba-hamba-Ku. Adapun yang buat-Ku ialah bahwa kamu tidak akan memperserikatkan Daku dengan sesuatupun. Dan yang buatmu, apa juga kebaikan yang kamu lakukan, akan kuberi balasan. Mengenai yang antara-Ku denganmu, ialah darimu berdo’a sedang dari-Ku mengabulkannya. Kemudian mengenai perkara antara dengan hamba-hamba-Ku bahwa kamu akan menyukai buat mereka, apa yang kamu sukai buat dirimu sendiri!”
Dan sahlah hadits dari Rasulullah SAW.: “Barang siapa yang tidak memohonkan kepada Allah, Maka Allah akan murka kepadanya!”
Diterima  dari ‘Aisyah r.a. bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Tidak mempan sikap berhati-hati terhadap takdir, sedang do’a itu akan memberi manfaat, baik terhadao hal-hal yang akan telah terjadi maupun yang belum terjadi. Dan sungguh, bala atau malapetaka itu turun, lalu disambut oleh do’a, maka bergulatlah keduanya sampai hari kiamat.” (Diriwayatkan oleh Bazzar dan Thabrani, juga oleh Hakim yang menyatakan Sanadnya sah.)
Diterima dari Salman al-Farisi bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “ Tidak dapat menolak qadha kecuali Do’a, dan tidak bisa menambah umur kecuali kebaikan.” (Riwayat Thurmudzi yang menyatakannya sebagai hadits hasan lagi gharib).
Diriwayatkan oleh Abu ‘Uwanah dan Ibnu Hibban Bahwa Rasulullah SAW. besabda: “Jika salah seorang diantarmu berdo’a, hendaklah ia menunjukan besarnya keinginan kuat memperolehnya, karena tidak satu pun yang dianggap besar oleh Allah.”
Ayat Pendukung
1.      Allah akan memberi karunia kepada setiap hamba-Nya sesuai apa yang diusahakan, yang menjadi dasar adalah Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 32
Ÿwur (#öq¨YyJtGs? $tB Ÿ@žÒsù ª!$# ¾ÏmÎ/ öNä3ŸÒ÷èt/ 4n?tã <Ù÷èt/ 4 ÉA%y`Ìh=Ïj9 Ò=ŠÅÁtR $£JÏiB (#qç6|¡oKò2$# ( Ïä!$|¡ÏiY=Ï9ur Ò=ŠÅÁtR $®ÿÊeE tû÷ù|¡tGø.$# 4 (#qè=t«óur ©!$# `ÏB ÿ¾Ï&Î#ôÒsù 3 ¨bÎ) ©!$# šc%Ÿ2 Èe@ä3Î/ >äó_x« $VJŠÎ=tã ÇÌËÈ  
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (Q.S An-Nisa 4:32)
2.      Allah memerintahkan berdo’a dengan menyebut nama-nama-Nya. Seperti yang diperintahkan dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat180
¬!ur âä!$oÿôœF{$# 4Óo_ó¡çtø:$# çnqãã÷Š$$sù $pkÍ5 ( (#râsŒur tûïÏ%©!$# šcrßÅsù=ムþÎû ¾ÏmÍ´¯»yJór& 4 tb÷rtôfãy $tB (#qçR%x. tbqè=yJ÷ètƒ ÇÊÑÉÈ  
“Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahkan artikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S Al-A’raf 7:180)
3.      Ibadah merupakan Do’a seperti yang tertera pada Al-Qur’an surat Al-Furqan ayat 77
@è% $tB (#àst7÷ètƒ ö/ä3Î/ În1u Ÿwöqs9 öNà2ät!$tãߊ ( ôs)sù óOçFö/¤x. t$öq|¡sù ãbqà6tƒ $JB#tÏ9 ÇÐÐÈ  
“Katakanlah (Muhammad, kepada orang-orang musyrik), “Tuhanku tidak akan mengindahkan kamu, kalau tidak karena ibadahmu. (tetapi bagaimana kamu beribadah kepada-Nya), padahal sungguh, kamu telah mendustakan-Nya? Karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu).” (Q.S Al-Furqan 25:77)
4.      Orang yang tidak mau berdo’a kepada Allah termasuk orang yang sombong dan akan masuk kedalam Neraka Jahanam, seperti Firman Allah Al-qur’an surat Gafir ayat 60.
tA$s%ur ãNà6š/u þÎTqãã÷Š$# ó=ÉftGór& ö/ä3s9 4 ¨bÎ) šúïÏ%©!$# tbrçŽÉ9õ3tGó¡o ô`tã ÎAyŠ$t6Ïã tbqè=äzôuy tL©èygy_ šúï̍Åz#yŠ ÇÏÉÈ  
“Dan Tuhanmu berfirman, “berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (Q.S Gafir 40:60)



[1] Ust Labib MZ-Ust M. Ridlo’ie, Menabur Do’a Menuai Bahagia, Karya Utama 2007

Tidak ada komentar:

Posting Komentar