SERUAN UNTUK BERDO’A
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah
Tafsir Tarbawi yang diampu oleh:
Abdullah
Ma’sum, Alh., S.Pd.I

Disusun
Oleh :
Yusuf
Hidayatulloh
(2015010007)
PROGAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
(FITK)
UNIVERSITAS SAINS AL-QURAN
(UNSIQ)
JAWA TENGAH
DI WONOSOBO
2017
SERUAN UNTUK
BERDOA
Do’a menurut bahasa arab artinya menyeru,
memanggil. Sedangkan menurut istilah Do’a berarti memohon kepada Allah SWT
secara langsung untuk memperoleh karunia dan segala yang diridhoi-Nya dan untuk
menjauhkan diri dari kejahatan atau bencana yang tidak dikehendaki. Do’a juga
dapat diartikan permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada Tuhan.[1]
Ayat yang dikaji
1.
Menurut ajaran
Islam, berdo’a termasuk salah satu ibadah dan pengabdian kepada AllahSWT. yang
menjadi dasar adalah Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 186
#sÎ)ur y7s9r'y Ï$t6Ïã ÓÍh_tã ÎoTÎ*sù ë=Ìs% (
Ü=Å_é& nouqôãy Æí#¤$!$# #sÎ) Èb$tãy (
(#qç6ÉftGó¡uù=sù Í< (#qãZÏB÷sãø9ur Î1 öNßg¯=yès9 crßä©öt ÇÊÑÏÈ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku, bertanya
kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa
apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku
dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” (Q.S Al-Baqarah
2:186)
Do’a tidak terlepas dari
permintaan supaya dilimpahi kebaikan atau supaya dihindarkan dari keburukan
atau marabahaya baik yang belum atau sudah terjadi sebab itu Rasulullah SAW
bersabda: “Do’a itu bermanfaat baik untuk
sesuatu yang sudah turun atau yang belum turun.” (H.R Hakim 6/70:
dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih al-Jami’: 5721). Jika kita memperhatikan
do’a-do’a Rasulullah SAW, maka kita dapati do’a tersebut tidak lepas dari dua
perkara di atas, seperti do’a Rasulullah SAW. “ya Allah anugerahkan kepada kami
kebaikan di dunia dan akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (Q.S
Al-Baqarah 2:201).
2.
Adapun Fadhilah
dan keutamaan berdo’a
a.
Do’a adalah ibadah
dan salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT. nabi SAW bersabda “Do’a adalah ibadah.” (HR. Abu Daud no.
1479, At Tirmidzi no. 2969, Ibnu Majah no. 3828 dan Ahmad 4/267: dari An Nu’man
bin Basyir).
b.
Do’a adalah sebab
untuk mencegah bala bencan.
c.
Do’a itu amat
bermanfaat dengan izin Allah. Manfaat do’a ada dalam tiga keadaan sebagaimana
yang disebutkan dalam hadits berikut, “Tidaklah
seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan
memutuskan silaturahmi (antara kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya
tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan
menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya
kejelekan yang semisal .” para sahabat lantas mengatakan, “kalau begitu kami
akan memperbanyak berdo’a.” Nabi SAW lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak
mengabulkan do’a-do’a kalian.” (HR. Ahmad 3/18 dari Abu Sa’id. Syaikh
Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid)
d.
Do’a adalah sebab
kuat dan semakin mendapatkan pertolongan menghadapi musuh.
e.
Do’a merupakan
bukti benarnya iman dan pengenalan seorang pada Allah baik dalam rububiyah, uluhiyah maupun nama dan
sifat-Nya. Do’a seorang manusia kepada Rabbnya menunjukan bahwa ia yakin Allah
itu ada dan Allah itu Maha Ghani (Maha Mencukupi), Maha Melihat, Maha Mulia,
Maha Pengasih, Maha Mampu, Rabb yang berhak diibadahi semata tidak pada
selainnya.
f.
Do’a menunjukan
bukti benarnya tawakkal seseorang pada Allah SWT. karena seorang yang berdo’a
ketika berdo’a, ia berarti meminta tolong pada Alla. Ia pun berarti menyerahkan
urusannya kepada Allah semata tidak pada selain-Nya.
g.
Do’a adalah
sebagai peredam murka Allah, Rasululloh SAW. bersabda, “Barangsiapa yang tidak meminta pada Allah, maka Allah akan murka
padanya.” (HR Tirmidzi no. 3373. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits
ini hasan).
Hadits yang berhubungan
dengan Fadhilah berdo’a
Dari Ahmad dan Ash-Habus Sunan dari Nu’man
bin Basyir bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Sesungguhnya berdo’a itu merupakan
ibadah, lalu dibacanya ayat yang artinya: “Berdo’alah kamu kepada-Ku sungguh
mereka itu akan masuk neraka dalam keadaan hina dina!” (Q.S Al-Mukmin: 60).
Diriwayatkan oleh Abdur Razak dari Hasan:
“ Bahwa para sahabat Rasulullah SAW. bertanya kepadanya: ‘Di mana Tuhan kita
itu’? Maka Allah pun menurunkan ayat yang artinya: ‘Dan seandainya
hamba-hamba-Ku bertanyakan Daku kepadamu, maka sesungguhnya Aku ini Maha Dekat,
Aku akan mengabulkan permintaan dari orang yang berdo’a, jika ia berdo’a
kepada-Ku.” (Q.S Al-Baqarah: 186).
Diriwayatkan Turmudzi daripadanya bahwa
Rasulullah SAW. bersabda: “Siapa yang ingin do’anya dikabulkan Allah Ta’ala
dalam bahaya dan kesusahan, hendaklah ia banyak berdo’a dalam kesenangan!”
Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dari Anas, firman
Ilahi yang disampaikan Nabi SAW. dari Allah: “Ada empat perkara: salah satu
diantaranya adalah buat-Ku, satu lagi buatmu, satu lagi antaramu dengan
hamba-hamba-Ku. Adapun yang buat-Ku ialah bahwa kamu tidak akan
memperserikatkan Daku dengan sesuatupun. Dan yang buatmu, apa juga kebaikan
yang kamu lakukan, akan kuberi balasan. Mengenai yang antara-Ku denganmu, ialah
darimu berdo’a sedang dari-Ku mengabulkannya. Kemudian mengenai perkara antara
dengan hamba-hamba-Ku bahwa kamu akan menyukai buat mereka, apa yang kamu sukai
buat dirimu sendiri!”
Dan sahlah hadits dari Rasulullah SAW.:
“Barang siapa yang tidak memohonkan kepada Allah, Maka Allah akan murka
kepadanya!”
Diterima
dari ‘Aisyah r.a. bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Tidak mempan sikap
berhati-hati terhadap takdir, sedang do’a itu akan memberi manfaat, baik
terhadao hal-hal yang akan telah terjadi maupun yang belum terjadi. Dan
sungguh, bala atau malapetaka itu turun, lalu disambut oleh do’a, maka
bergulatlah keduanya sampai hari kiamat.” (Diriwayatkan oleh Bazzar dan
Thabrani, juga oleh Hakim yang menyatakan Sanadnya sah.)
Diterima dari Salman al-Farisi bahwa
Rasulullah SAW. bersabda: “ Tidak dapat menolak qadha kecuali Do’a, dan tidak
bisa menambah umur kecuali kebaikan.” (Riwayat Thurmudzi yang menyatakannya
sebagai hadits hasan lagi gharib).
Diriwayatkan oleh Abu ‘Uwanah dan Ibnu
Hibban Bahwa Rasulullah SAW. besabda: “Jika salah seorang diantarmu berdo’a,
hendaklah ia menunjukan besarnya keinginan kuat memperolehnya, karena tidak
satu pun yang dianggap besar oleh Allah.”
Ayat Pendukung
1.
Allah akan memberi
karunia kepada setiap hamba-Nya sesuai apa yang diusahakan, yang menjadi dasar
adalah Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 32
wur (#öq¨YyJtGs? $tB @Òsù ª!$# ¾ÏmÎ/ öNä3Ò÷èt/ 4n?tã <Ù÷èt/ 4
ÉA%y`Ìh=Ïj9 Ò=ÅÁtR $£JÏiB (#qç6|¡oKò2$# (
Ïä!$|¡ÏiY=Ï9ur Ò=ÅÁtR $®ÿÊeE tû÷ù|¡tGø.$# 4
(#qè=t«óur ©!$# `ÏB ÿ¾Ï&Î#ôÒsù 3
¨bÎ) ©!$# c%2 Èe@ä3Î/ >äó_x« $VJÎ=tã ÇÌËÈ
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap
karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang
lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan
bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa
yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya.
Sungguh, Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (Q.S An-Nisa 4:32)
2.
Allah
memerintahkan berdo’a dengan menyebut nama-nama-Nya. Seperti yang diperintahkan
dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat180
¬!ur âä!$oÿôF{$# 4Óo_ó¡çtø:$# çnqãã÷$$sù $pkÍ5 (
(#râsur tûïÏ%©!$# crßÅsù=ã þÎû ¾ÏmÍ´¯»yJór& 4
tb÷rtôfãy $tB (#qçR%x. tbqè=yJ÷èt ÇÊÑÉÈ
“Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama
terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan
tinggalkanlah orang-orang yang menyalahkan artikan nama-nama-Nya. Mereka kelak
akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S Al-A’raf
7:180)
3.
Ibadah merupakan
Do’a seperti yang tertera pada Al-Qur’an surat Al-Furqan ayat 77
@è% $tB (#àst7÷èt ö/ä3Î/ În1u wöqs9 öNà2ät!$tãß (
ôs)sù óOçFö/¤x. t$öq|¡sù ãbqà6t $JB#tÏ9 ÇÐÐÈ
“Katakanlah (Muhammad, kepada orang-orang
musyrik), “Tuhanku tidak akan mengindahkan kamu, kalau tidak karena ibadahmu.
(tetapi bagaimana kamu beribadah kepada-Nya), padahal sungguh, kamu telah
mendustakan-Nya? Karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu).” (Q.S Al-Furqan
25:77)
4.
Orang yang tidak
mau berdo’a kepada Allah termasuk orang yang sombong dan akan masuk kedalam
Neraka Jahanam, seperti Firman Allah Al-qur’an surat Gafir ayat 60.
tA$s%ur ãNà6/u þÎTqãã÷$# ó=ÉftGór& ö/ä3s9 4
¨bÎ) úïÏ%©!$# tbrçÉ9õ3tGó¡o ô`tã ÎAy$t6Ïã tbqè=äzôuy tL©èygy_ úïÌÅz#y ÇÏÉÈ
“Dan Tuhanmu berfirman, “berdo’alah
kepada-Ku, niscaya akan aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang
sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina
dina.” (Q.S Gafir 40:60)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar